Menu Tutup

PP GEMEI mendesak LPPOM MUI, Transparasi biaya sertifikat Halal.

Posted in Nasional

Lintasnusantara.net, Jakarta, 7/9/20. Pengurus pusat gerakan mahasiswa ekonomi indonesia (PP GEMEI) menyoroti sertifikasi halal Lembaga pengkajian pangan, Obat-obatan, dan kosmetik Majelis Ulama indonesia (LPPOM MUI). GEMEI mendesak MUI transportasi biaya sertifikasi halal dan berapa jumlah produk yang sudah di sertifikasi selama ini. Sementara negara dalam hal ini kementrian Agama, dikatakannya juga memberikan anggaran untuk biaya operasional MUI, Audit penggunaan keuangan yang di dapat dari sertifikasi halal.

PP GEMEI, kewenangan MUI tentang sertifikasi halal berdasarkan UU 33 tahun 2014 seharusnya berakhir. “Karena proses sertifikasi halal dialihkan atau diambil alih negara, karena sifatnya yang mandatory (wajib), sedangkan dulu sifatnya volunteer (sukarela).

PP GEMEI menjelaskan tentang UU 33 tahun 2014 kewajiban halal diberlakukan untuk semua produk makanan, dan minuman sejak 17 Oktober 2019, lima tahun sejak ditetapkan UU tentang Jaminan Produk Halal. Sejak itu harusnya negara mendapatkan pendapatan dari proses sertifikasi halal, namun masih banyak kendala yang belum bisa diwujudkan karena menteri keuangan belum mengeluarkan tarif biaya sertifikasi halal, ada banyak pelaku usaha menengah ke bawah, makanan dan minuman, dan secara nasional yang di sampaikan oleh MUI dalam suratnya kepada DPR pertanggal 10 juni 2020. Kapasitas sertifikasi halal di MUI secara nasional mencapai angka 102.744.000 pertahun, sekarang berapakah harga persertifikasi halal ? Belum lagi usaha menengah ke atas dan produk makanan minuman dari importasi?.

“Tuntutan : mendesak LPPOM MUI transparasi biaya sertifikasi halal, Mendesak berapa jumlah yang telah di sertifikasi halal, Pemerintah pusat segera mengambil alih sertifikasi halal, Mendesak LPPOM MUI mempertanggung jawabkan dana sertifikasi halal tidak masuk dalam cash negara, Dana sertifikasi halal dikemanakan, Jangan sampai MUI menjual Ayat-ayat Tuhan dengan murah” ujar koodinator lapangan Suhardiman.

Kontributor Albar

%d blogger menyukai ini: