Praktek Jual Beli Buku LKS di SMPN 1 Pkl Kuras Yang di Sangkal Oleh Saudara Inisial AR Tidak lah Benar : Ada Kesalahpahaman

PELALAWAN,. Lintasnusantara.net~ Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang Komite Sekolah menerangkan secara detail, praktek jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar.

Pasalnya jual beli buku telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah,Pasal 12 butir (a) Dalam Permendikbud tersebut ditegaskan bahwa Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.

Meskipun dilarang, Salah Satu Sekolah SMP Negeri 1 Pangkalan Kuras yang terletak di Kabupaten Pelalawan masih saja menjual buku Lembar Kerja Siswa (LKS). Satu bulan yang lalu kurang lebih tepatnya Pada hari Jum’at (22/1/2021) selaku Kepala sekolah Muzahar,Spd mengeluarkan surat pemberitahuan kepada orang tua atau wali murid dalam hal menganjurkan pembelian buku LKS sebesar Rp. 110,000 (seratus sepuluh ribu rupiah )untuk 11 bidang studi yang beragama islam dan non muslim Rp.100,000 (seratus ribu rupiah)untuk 10 bidang studi.

Menurut wali murid SMPN 1 Pangkalan Kuras yang tidak mau di sebut identitasnya menjelaskan kepada awak media ini bahwa apabila tidak membeli buku tersebut “tidak apa terserah mau beli sesuai keinginan. “Pungkasnya

Terkait menganjurkan pembelian buku LKS tersebut, awak media langsung mengkonfirmasikan ke pihak Sekolah 3 hari yang lalu. Menurut keterangan Muzahar S.Pd selaku kepala sekolah menjelaskan, “Iya, kami menganjurkan beli LKS untuk mempermudah pembelajaran daringnya .” jelasnya Senin (01/03/2021).

Namun Pihak sekolah SMPN 1 Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan tidak mengikuti Peraturan yang sudah tertuang Permendikbud No 75 tahun 2016,dalam Peraturan Perundang-undangan, juga aturan yang sudah ditetapkan

Terkait Pemberitaan di atas ini, itu tidak lah benar. Dari pernyataan pak Muzahar S. Pd selaku Kepala sekolah SMPN 1 Pangkalan Kuras ke awak Media Lintasnusantara.net, itu tidak lah benar.

“Lanjut Kepsek ini lagi, Saya tidak pernah memaksa Siswa-Siswi saya untuk membeli Buku LKS tersebut, seperti yang di sangkal kan saudara Inisial AR dalam pemberitaannya, malahan saya kasian sama Siswa-Siswi yang nilai sangat minim pada saat ini, apalagi dimasa pandemi hanya belajar lewat Daring, dan saya berinisiatif untuk mengadakan Rapat kepada Wali murid, dan wali murid meminta saya untuk mengadakan Buku di sekolah, “ucap Muzahar S. Pd kepada awak media saat di Konfirmasi.

“Niat saya hanya membantu Siswa-Siswi saya untuk membeli Buku LKS di luar, dan malahan pihak dari Wali murid meminta kepada saya untuk mengadakannya di sekolah. Dan Pihak Sekolah meminta kepada Pihak koperasi untuk membantu Siswa-Siswi mengadakan Buku LKS di Koperasi agar Siswa-Siswi di mudahkan mencari Buku LKS tersebut, dan agar dapat belajar dengan mudah dengan adanya Buku LKS, “ujar Muzahar.

Sekali lagi saya sampaikan, saya tidak pernah menjual Buku LKS, Yang di sangkal saudara Inisial AR terhadap saya, pihak dari wali murid memintanya untuk di adakan di sekolah, dan saya hanya membantu Siswa-Siswi saya agar dapat  untuk belajar dengan benar dan giat. pungkasnya.

( L 2N/Tim )