Proyek Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Baru Seumur Jagung Dibangun Sudah Ambruk

Proyek Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Baru Seumur Jagung Dibangun Sudah Ambruk

Proyek Drainase Yang Ambruk

Ogan Ilir, lintasnusantara.net – Proyek drainase/siring sepanjang 206 meter ini sumber dananya dibangun dari Dana Desa (DD) 2021 dan dikerjakan oleh Perangkat Desa diantaranya, Kades, Kadus, dan RT.

Drainase ini volumenya 206 x 0,6 x0,4 meter dengan pagu anggaran Rp 108.267.000,00 dan dikerjakan oleh Perangkat Desa tanpa ada satupun dari warga yang dilibatkan dalam hal pembangunannya.

Proyek pembangunan drainase berupa siring tersebut terletak di dusun lll Desa Tanjung Miring Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, baru hitungan hari usianya, baru diterjang hujan satu kali siring desa tersebut kini telah ambruk akibat tak kuat menahan laju air saat hujan deras pada Jum’at (16/9) lalu.

Sebagai suplayer bahan materialnya, semua pembangunan di Desa termasuk drainase ambruk ini selalu dilakukan oleh perangkat desa, tidak pernah melibatkan masyarakat setempat.

Menurut pengakuan salah satu warga setempat berinisial N mengatakan, bahwa sebenarnya bangunan drainase yang lama lebih baik dibanding yang baru dibangun ini.

Drainase lama masih bagus, hanya kotor dan berlumpur saja, yang sebetulnya cukup dengan dibersihkan pun akan berfungsi kembali karena masih kuat.

Tapi sayangnya, bangunan drainase lama dihancurkan dan dibangunlah drainase baru yang kini sudah ambruk akibat derasnya arus air ketika hujan. Ungkapnya.

Hasil Konfirmasi Lewat WA dengan Kades Tanjung Miring

Lanjut warga, “Jadi drainase baru inikan mulai dikerjakan akhir bulan Juli 2021 dan selesai pada tanggal 8 September 2021”.

Kejadian ambruknya siring ini pada tanggal 16 September 2021 tadi. Artinya kan masih baru ya, harusnya kuat menahan laju air, tapi kenyataannya baru kena hujan satu kali saja sudah ambruk, gimana kalau hujan tiap hari.

Sedangkan drainase lama itu kemarin-kemarin masih kuat nahan air, cuma kotor dan penuh lumpur, tinggal dibersihkan saja. Kalaupun harus bangun baru, otomatis harus lebih kokoh karena inikan sudah mulai masuk musim penghujan”, kata N, saat menceritakan divia telpon selulernya ke media Sabtu (18/9).

Sementara itu Kades Tanjung Miring Inalidin saat dikonfirmasi via chat aplikasi WhatsApp menerangkan, bahwa saat ini rencananya pihak Kecamatan Rambang Kuang akan kroscek langsung ke lokasi ambruknya siring. “Hari ini lagi disurvei dulu oleh pihak Kecamatan Rambang Kuang”, katanya singkat via WA. (F’R)