Proyek Rehab SMPN1 Indralaya Utara Diduga Pihak 3 Langgar Perpres

Ogan Ilir, lintasnusantara.net – Proyek rehab SMPN1 Indralaya Utara yang berlokasi di jalan desa Parit, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir hampir rampung.

Anehnya, pihak pemborong terkesan menutupi anggaran. Sejak awal hingga capai 80-90% pengerjaannya, papan nama proyek tak pernah terpasang di lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang di himpun oleh awak media dari salah satu pekerja proyek (tukang) yang di wawancarai mengatakan.

Bahwa mereka tidak tahu tentang papan informasi, Proyek Rehab SMPN1 Indralaya Utara.

Kami di sini hanya bekerja, dan selama ini memang kami tidak pernah melihatnya, kata pekerja, Senin (22/11).

Dari hasil pemantauan di lapangan, papan nama proyek memang tidak di temukan di lokasi.

Seperti di ketahui bersama bahwa setiap proyek fisik yang di biayai negara di wajibkan memasang papan informasi.

Dalam hal ini, pihak pemborong di duga sengaja mengangkangi undang-undang keterbukaan informasi publik No 14 Tahun 2008, melanggar Perpres No 54 Tahun 2010 dan No 70 Tahun 2012.

Menurut salah satu masyarakat di sekitar lokasi ketika di mintai komentarnya mengatakan.

Sejak awal pihak pemborong sudah salahi aturan, papan nama proyek itu kan wajib di pasang sedari awal bahkan sebelum proyek tersebut dikerjakan.

Biasanya kan papan nama proyek sudah masuk dalam RAB, dan itu ada anggarannya.

Kalau papan informasi yang di maksud tidak di pasang, maka patut di pertanyakan, dan pihak sekolah bisa melaporkan ke Dinas Pendidikan selaku penanggung jawab pembangunan ini.

Proyek di area RT saja pakai papan nama. Lah yang ini malah nihil informasi publik, kan aneh.ujar warga, Selasa (23/11) pagi.

Proyek Rehab SMPN1 Indralaya Utara, Kespek SMPN1 Tidak Ada di Tempat

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 1 Indralaya Utara Herlina saat mau di konfirmasi, salah satu guru mengatakan.

“Beliau sekarang sedang tidak berada di tempat.”

Saat di hubungi via telepon selulernya, Herlina mengatakan bahwa saat ini ia tengah mendampingi muridnya lomba di OKU.

“Mohon maaf pak, terkait hal itu, saya tidak bisa memberikan keterangan. Itu di luar kewenangan saya pak,

Silakan konfirmasikan langsung ke pihak pemborong atau pihak dinas saja”, katanya singkat via telepon, Selasa (23/11/21).

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada komentar apapun dari pihak kontraktor maupun pihak Dinas Pendidikan Ogan Ilir. (F’R)