Menu Tutup

Proyek Tanpa Nama Hingga Selesai 100% Di Duga Proyek Siluman Atau Sengaja, Biar Bisa Bohongi Masyarakat

Posted in Ogan Ilir

Ogan Ilir – lintasnusantara.net – Pekerjaan proyek jalan cor beton penghubung dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Rantau Panjang yang berlokasi didesa Serijabo Baru dan Desa Kotadaro I, Kabupaten Ogan Ilir sudah mulai disoroti oleh warga setempat.

Pasalnya, pekerjaan proyek yang belum lama ini selesai pengerjaannya ini (100%) belum juga tanpa papan nama proyek dan pengerjaannya pun sepertinya asal jadi.

“Padahal ini sudah Virall di Medsos melalui berita awak Media sebelumnya, hingga sudah selesai dikerjakan 100% pun belum juga ada papan nama proyeknya.

Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran. Terkait hal tersebut kemudian mendapat sorotan dari warga setempat proyek yang dibangun Pemerintah Ogan Ilir ini dinilai proyek siluman.

Menurut salah satu keterangan warga setempat yang minta namanya tidak disebutkan, mengatakan ke wartawan saat dilapangan, pertama tama jujur kami selaku warga setempat cukup senang sekali dengan adanya keberadaan pembangunan ini tetapi kenapa kok pembangunnan jalan ini masih diberitakan oleh wartawan, ooo rupa kami baru tau, (wartawan emang is the best) tau aja.

Sudah kami duga tentang hal ini, bukanya kami enggak mengerti tapi harus melapor kemana dan juga kami takut. Setau kami tidak terlihat adanya yang namanya itu papan informasi proyek baik itu saat di mulainya melaksanakan kegiatan pekerjaannya hingga selesainya pengerjaanya ini, setau kami tidak ada.

“Semestinya pihak pemborong atau kontraktor harusnya memberikan surat pemberitahuan kepada pihak pemerintah desa, kalau ada masyarakat bertanya ini proyek apa?,” ungkap warga yang minta tidak disebutkan namanya.

“Dan pula saat pembangunan jalan ini kami juga saat kecewa karna tidak diberikan sedikit pun kebijakannya oleh pihak kontraktor atau pemborongnya untuk dibuatkan penurunan buat kami memasuki kediaman halaman rumah” ujar warga setempat yang minta dirahasiakan namanya.

Alasan pihak pemborong, itu tidak didalam RABnya jadi rugi kalau kami nak buatkan untuk penurunan tersebut buat masyarakat, soalnya rugi kami karna untuk satu mobil molen itu duitnya tidak sedikit, 8 juta per mobilnya jadi kami rugi, katanya pemborong itu,” ungkapanya salah satu warga pada awak wartawan, Sabtu (14/08/2020) .

Lanjutnya, padahal sudah diberitakan wartawan pembangunan ini sebelumnya, kalau di lihat didalam isi berita tersebut, rupanya untuk dana pembangunan ini besar yaitu 2 miliyar dengan panjang 840 meter dan lebar 5 meter. Melihat dengan dana yang cukup besar itu kenapa pembangunan ini tidak dikasih satupun besi padahal jalan ini saat labil dan lembut gimana bisa tahan lama karna didaerah ini moritas petani, mulai petani sawit, petani sawah dan lain sebagainya.

“ditambah pengerjaan coran jalan ini tidaknya sirami aspal karna tidak disirami aspal, jadi saat dilalui kendaraan jadi jalan ini saat berdebu, akibatnya bisa mengganggu kesehatan warga dan para pekendara lainya yang melintas.

Jadi pada saat panen akan ada puluhan mobil mobil truk pengakut sawit dan padi dan lainnya dengan muat berat melalui jalan ini, dengan kondisi model kualitas pengerjaan yang asal jadi ini, dikuatirkan tak bisa bertahan lama, bisa dinikmati masyarakat. Dan dengan dana sebesar itu kepada pihak pemborong tidak sanggup untuk membuat selembar kertas baleho sebagai papan proyeknya”, jelasnya.

Sementara menurut keterangan Kepala Desa Serijabo Baru Suknah mengatakan, sangat menyayangkan seperti pengawas lapangan memonitoring tidak menegur rekanan agar memasang papan informasi proyek saat di mulai pekerjaan.

Menurutnya, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan, hal ini saya juga kecewa kepada pihak pemborongan karna tidak mau memberikan penurunan buat jalan warga kami dari sepanjang jalan tersbut yang dibangun setau saya cuman satu yang diberikannya, sempat bertegangan dulu, karna kepentingan buat masyarakat banyak akhirnya pihak pemborongan mau Membuatkan penurunan dari jalan cor tersebut.” Ungkap suknah yang betulan proyek pembangunan tersbut tepat berada didepan kediamanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir melalui Kabid Firdaus serta Sekretaris PUPR OI Ruslan saat dihubungi via Wanya belum ada tanggapanya sama sekali terkait proyek pembangunan jalan cor beton tersebut.

Penulis : Fideil Costro
Publisher: Sayadi H

Related Posts

%d blogger menyukai ini: