Rakersus F-Wamipro 2020 Diwarnai Kericuhan

Rakersus F-Wamipro 2020 Diwarnai Kericuhan

Probolinggo – Lintasnusantara.net – Acara Rapat kerja Khusus Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (Rakersus F-Wamipro) yang di adakan di jalan Mastrip no 153 tepatnya di aula SMKN 2 Kota Probolinggo.
Rabu (29/07/2020).

Acara di buka dengan pembacaan Doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, selanjutnya acara di lanjutkan sambutan dari diskominfo kota yang di wakili oleh Kabid PKP Sumarno singkat pesan.” Harapan kedepannya Semoga F – Waminpro lebih jaya lagi, lebih lebih profesional dan tetap independen.

“Saya sangat mengapresiasi, apa yang dilakukan Insan pers sungguh luar biasa sampai terbentuknya Raker khusus. Mudah-mudahan mutu dan kwalitas wartawan Probolinggo semakin baik.

Maka dari itu Saya ingin wartawan Kabupaten dan Kota Probolinggo semakin kompak dalam kerjasama untuk menyuguhkan informasi aktual sesuai realita,” sambut singkat.

Selanjutnya rapat di mulai oleh ketua F – Wamipro Suhri dengan membacakan rincian pertanggung jawaban keuangan yang sudah disiapkan sebagai arsip , masa bakti Ketua F – Wamipro selama 2 tahun (2018/2020) yang akan segera berakhir, pertanggung jawaban keuangan Ketua F – Wamipro, yang telah di bacakan dengan hasil akhir pemasukan Rp31.800.000. Pengeluaran Rp43,800,000. Minus Rp 12,000,000 ditanggung Ketua F-Wamipro.

Usai pemaparan pertanggung jawaban kinerja selama 2 tahun oleh Suhri, dilanjutkan acara diskusi, belum usai diskusi terjadilah hal yang tidak di inginkan.

Menurut Andi salah satu media yang hadir tanpa undangan mengatakan ” Saya Hadir disini tanpa undangan, karena 75% yang hadir disini memang tanpa undangan dari Ketua F – Wamipro, saya tetap hadir karena merasa masih anggota F – Wamipro.

Kejadian ini sangat memalukan, apalagi kami yang hadir disini adalah insan pers, orang yang berpendidikan, dengan kisruh ini sudah mencerminkan bahwa kurang dewasa dan kurangnya rasa kebersamaan.” geram Andi.

Menanggapi kejadian yang sangat memalukan tersebut Hariyadi Sebagai Pembina F – Wamipro angkat bicara.

“Kejadian ini sangat kurang etis, apa lagi kejadiannya pas di depan saya, saya sempat kaget tahu tahu Arman Kacung dan beberapa teman sudah rame didepan saya, dan ini sangat disayangkan acara raker malah kisruh.” kata Hariyadi.

Sebelum acara di bubarkan Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Probolinggo ikut memasuki ruang rapat, Saya sebagai kepala sekolah di sini mohon maaf yang sebesar besarnya, kami kurang berkenan jika aula lembaga Pendidikan di buat kisruh begini, kami mohon cepat di selesaikan kami beri 15 menit untuk segera meninggalkan tempat kami.” kata Kepala sekolah.

Penulis : ESR
Publisher: Sayadi H