Sebarkan Ujaran Kebencian Di Mendsos, Henny : Jurnalis OI Resmi Laporkan Akun FB Hendri Dika Ke Polisi

Lintas-Ogan-Sumsel , 12 Maret 2021 OGAN ILIR

Posted in Ogan Ilir

Indralaya — Ogan Ilir-Sumsel — Lintasnusantara.Net — “Jarimu, Harimaumu”. Mungkin pepatah itulah yang tepat bagi akun Facebook Hendri Dika. Pasalnya, akun tersebut kini telah resmi dilaporkan oleh jurnalis perempuan Henny Prima Sari, dengan didampingi puluhan wartawan lainnya ke Mapolres Ogan Ilir-Sumsel terkait ujaran kebencian dan pelecehan profesi lewat medsos, Jum’at (12/3/2021).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kaur Humas Polres OI Iptu Abdul Haris, bahwa hari ini pihak kepolisian akan menganalisa laporan Henny atas akun FB Hendri Dika yang dinilai telah meresahkan di dunia maya dan diduga melanggar UU ITE.

“Ya, hari ini kita lakukan konseling dulu. Hari Senin nanti, pelapor silakan kembali ke Polres OI untuk membuat laporan secara tertulis. Tadi sudah dilaporkan ke Pidsus dan sudah dicek akun FB yang berkomentar dengan kata-kata yang berisi ujaran kebencian,”ujarnya.

Menurut Henny, kejadian ini bermula saat akun Hendri Dika mengkritik postingan di group Ogan Ilir Memilih Pemimpin terkait kegiatan Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar pada pembukaan lomba bidar mini di Kecamatan Sungai Pinang pada 7 Februari lalu dengan kata-kata yang tak pantas.

Kemudian Henny pun mencoba meluruskan dan menjelaskan jika kegiatan tersebut tujuannya untuk meningkatkan UMKM di desa serta menjadikan lomba bidar mini sebagai agenda tahunan sekaligus objek hiburan maupun wisata.

Lanjut Henny, namun sang pemilik akun Hendri Dika malah semakin marah dan langsung menandainya di kolom komentar dengan mengatakan bahwa dirinya adalah pelacur dan perusak indepensi jurnalis. Atas dasar itulah, Ia merasa geram dan melaporkan akun abal-abal tersebut.

“Sudah 17 tahun saya terjun di dunia jurnalis dan dia seenaknya memaki saya dengan melontarkan kata-kata yang keji seperti itu. Dia telah menghina bahkan melecehkan profesi saya. Saya tidak terima dan akan saya tuntut,”terang Henny.

Terpisah, Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Ilir, Sardinan Delisep mengatakan, jika unggahan ujaran kebencian ini dilatarbelakangi perbedaan pilihan politik, maka hal ini seharusnya tak perlu terjadi.

Wartawan senior Sumatera Ekspres ini mengatakan, aparat penegak hukum perlu menindak tegas akun-akun palsu yang kerjanya hanya membuat onar di medsos.

“Kepada aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas akun-akun tak jelas agar hal seperti ini tidak terulangi lagi. Kalau memang terbukti bersalah agar diproses secara hukum biar ada efek jera bagi pengguna medsos yang lainnya,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar mengatakan bahwa ia mengutuk keras atas apa yang diperbuat oleh akun Hendri Dika yang melakukan pelecehan terhadap perempuan dan profesi jurnalis.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian agar ditelusuri dan diusut tuntas siapa pemilik akun tersebut, tangkap orangnya agar jangan selalu menyebarkan ujaran kebencian di medsos, karena hal itu sangat melanggar UU ITE. Apabila ingin mengkritik kinerja pemerintah, kritiklah secara baik, dan jangan pernah# melecehkan profesi kami sebagai jurnalis. Gunakanlah otak dan jari jemarimu dengan bijaksana dalam bermedia sosial,”tukas Firdaus. (F’R)