Sejarah Water Toren Pasar Tanjung Yang di Bangun oleh Belanda Pada Tahun 1931

Oleh
Y. Setiyo Hadi (Mas Yopi)
Al Fakir Pedagang Kopi Keliling
Pengelola Boemi Poeger Persada
Pengurus Lesbumi PC NU Jember

Sejarah, lintasnusantara.net – Water Toren (Tandon/Menara Air) Pasar Tanjung didirikan satu paket atau terkait dengan pembangunan saluran air minum (Waterleiding) di kota Jember pada kolonial Hindia Belanda (Nederlandsch Indie).

Usulan tentang pembangunan saluran air minum disampaikan oleh Tuan Van Der Eist pada tahun 1929 Masehi (berita koran berbahasa Belanda, De Indische Courant, 17 September 1929 M). Van Der Eist menyatakan bahwa urgensi atau pentingnya pembangunan saluran air minum (waterleiding) merupakan kebutuhan terbesar bagi penduduk Jember.

Dengan adanya saluran air minum akan menghilangkan permasalahan penyakit perut akibat air kotor seperti tifus (saat itu epidemi di Jember), juga menanggulangi masalah persediaan air bersih di masa kemarau akibat sumur-sumur yang mengering.

Dengan alasan tersebut, Van Der Eist menegaskan bahwa wajib bagi penduduk Jember untuk mendapatkan air minum dan mandi yang cukup.

Van Der Eist menyatakan bahwa ada institusi atau lembaga yang ada di kota Jember yang membutuhkan air bersih, seperti: hotel Eropa, hotel Cina, Warga Eropa, Warga Cina, Warga Pribumi, Restoran Cina, dan Sekolah-Sekolah, asrama masyarakat Bali, bengkel motor / mobil, Kantor pemerintah dan swasta, rumah sakit, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan saluran air (waterleiding) sangat perlu diadakan.

Pertemuan terakhir dinyatakan perlu disiapka / direncanakan untuk mempersiapkan daftar, gambar (termasuk water toren / menara air), serta mengumpulkan tanda tangan penduduk Jember untuk mendukung pembangunan saluran air (waterleiding) yang dimaksud.

Dinas atau Bidang Pemerintahan yang membangun sarana saluran air (waterleiding) termasuk water toren / menara air tersebut adalah Waterleiding bederijf Der Provincie Oost Java (Perusahan Saluran Air Propinsi Jawa Timur) melalui usulan dari Den Provincialen Raad (Dewan Propinsi).

Pembangunan saluran air (waterleiding) diawali dengan pengeboran beberapa titik sumur artesis di wilayah sekitar kota Jember, setelah itu pembangunan watertoren atau menara air untuk ditempatkan hidran dalam kapasitas besar dengan persyaratan diletakkan dekat pasar di Jember untuk kepentingan umum (diberitakan dalam De Indische Courant, 21 Juni 1930).

Pembangunan Watertoren (Menara Air) di Pasar Tanjung Jember:

Pada bulan September 1931, Water Toren (Menara Air) di Pasar Jember (sebelum diganti dengan nama Pasar Tanjung) telah selesai dan siap yang ditetapkan penggunaan awal pada tanggal 1 November 1931 (diberitakan dalam De Indische Courant, 09 September 1931).

Pelaksanaan pembangunan Watertoren (menara air) tersebut dilakukan oleh perusahaan De Hollandsch Beton Mij. (Perusahaan Beton Belanda) dengan pelaksana teknis, sekaligus arsitekturnya, adalah Ir. S. Snuyf. Pembangunan Watertoren ini dilakukan sejak tanggal 1 Februari 1931, yang diawali dengan pembangunan saluran pipa dan pengeboran beberapa titik sumur artesis untuk sambungan ke rumah-rumah (saluran pipa air sudah ada sebelum menara air).

Secara resmi, Water Toren Pasar Jember diresmikan penggunaannya pada awal tahun 1932. Prasasti tahun awal Watertoren tersebut terpajang di atas pintu masuk Watertoren tersebut.

Demikian riwayat pembangunan Watertoren alias menara air atau Tandon di Pasar Tanjung yang kemudian dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Keterangan:
Sumber-sumber berbahasa Belanda diterjemahkan sendiri oleh penulis (Narasumber).

Bagi yang menginginkan informasi lebih lanjut tentang Water Toren Pasar Tanjung dan Djember’s Waterleiding (Saluran Air Minum Jember) di masa Kolonial Hindia Belanda silakan hubungi penulis atau Narasumber atau datang ke Perpustakaan Boemi Poeger Persada di Kencong Kab. Jember ….. Nomor kontak WA 082266017593).