Semua Siswa dan Wali Siswa Rindu Belajar Tatap Muka

Jember, lintasnusantara.net – Perubahan Kabupaten Jember terlepas dari Zona Merah Covid 19 disambut gembira oleh Ketua PGRI Kecamatan Mumbulsari H. Moh. Saleh, SPd. MPd.

Perubahan ini diharapkan nantinya ada kebijakan pemerintah daerah terkait pembelajaran siswa SD karena masyarakat sudah merindukan adanya pembelajaran tatap muka.

Dengan adanya pandemi covid 19 ini telah merubah seluruh tatanan kehidupan ditengah masyarakat diberbagai bidang termasuk juga bidang pendidikan.

Kegiatan yang semula pembelajaran tatap muka berubah menjadi pembelajaran daring/pembelajaran jarak jauh bagi seluruh siswa.

Akibat dari pembelajaran daring akan berimbas pada perilaku siswa yang akhirnya siswa kurang mengenali lingkungan sekolah dan guru, bahkan siswa saat ini lebih cenderung ke HP secara total sebagai panduan dalam segala hal dari pada konsultasi ke guru. Ungkap H. M. Saleh.

Lanjut H. M. Saleh pada jurnalis Lintas Nusantara menambahkan, bahwa ketergantungan siswa pada HP tidak bisa dibiarkan terus menerus melainkan perlu adanya langkah konkrit pembelajaran tatap muka sebagai solusi utama agar tidak menurunkan moral, etika, perilaku (attitude) dan rasa kepekaan dan kepedulian sosial dalam diri generasi muda bangsa ini.

Saat ini wali murid/masyarakat sungguh sangat rindu hadirnya pola proses PTM secara langsung.

Bahkan mengharap disegerakan ditahun ajaran 2021 ini, dengan begitu para siswa akan lebih bisa mengenali alam lingkungan pembelajaran yang sesungguhnya.

Mengingat PTM tidak sekedar hanya transfer of knowledge saja tetapi guru akan lebih bisa menanamkan nilai-nilai luhur peradaban bangsa ini sebagai dasar pendidikan Indonesia seperti etika, estetika dan nilai pendidikan adi luhung penting lainnya sebagai fundamental pembangunan karakter bangsa masa sekarang maupun yang akan datang”, tegas H. M. Saleh. mantan guru teladan wilayah Jember selatan ini.

Sementara itu Ribut, SPd. MPd, selaku Kepala Sekolah SDN Suci 02 yang juga merangkap di SDN Suci 03 menjawab persoalan Pembelajaran Tatap Muka mengatakan, tidak seluruhnya rangkaian kegiatan pembelajaran daring (dalam jaringan) berjalan lancar, apalagi di daerah pegunungan atau pelosok desa seperti SDN Suci 03 yang terletak di Sentul Desa Suci terkendala dengan jaringan signyal.

Bagi guru yang bertugas diperkotaan tidak ada kendala signal tetapi bagi guru yang bertugas diwilayah pedesaan problematika pembelajaran daring lebih komplek.

Guru dipedasaan dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dengan minimnya sarana prasarana termasuk jaringan signyal yang tidak normal.

Dari kondisi ini guru pedesaan mau tidak mau juga harus sering melakukan kegiatan visite/anjangsana dari rumah ke rumah siswa.

Hal ini dilakukan sebagai upaya dharma bhakti kepada negeri dan upaya pendekatan emosional agar siswa yang bertempat tinggal dipedesaan (minim signal) bisa mengikuti materi pembelajaran secara paripurna meskipun medannya tidak semulus yang ada diperkotaan. Tegas Ribut, Spd. MPd. Jumat, 3 Sept 2021.

Jurnalis : Lukman Hakim