Sinergitas Stakeholder, Sangat di Butuhkan Menurut TKSK Kecamatan Kalibaru

Banyuwangi, Lintasnusantara.net – Dalam membantu menyelenggarakan kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan. Sangat membutuhkan peran serta dan sinergitas antara setakeholder yang ada di wilayah tersebut. Seperti halnya LSM, Media dan Tokoh Masyarakat, sangat di butuhkan oleh Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Jawa timur, agar supaya bisa bersama – sama membantu program pemerintah agar supaya bisa berjalan tepat sesuai aturannya.

Dalam menjalankan pendistribusian program bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diubah menjadi Program Sembako, permasalahan yang kerap terjadi salah satunya pernyataan masyarakat atas saldo kosong dari Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Petugas TKSK Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi, Hari Sas menyampaikan, kalau ada saldo kosong atas KKS-KPM warga masyarakat Kalibaru perlu peran serta stakholder dan pemerintah Desa melalui dinas untuk memberikan solusi atas permasalahan pertanyaan masyarakat.

“Ya kita yang terkendala itu saldo kosong yang paling rawan, sudah ada dari 2018 dan rananya kemensos, karena saldo kosong tersebut yang sering dipertanyakan itu oleh KPM dan iru rananya BTN dan Kemensos. Banyak masyarakat yang gak paham, gak tahu kalau saldo kosong itu memang dari Kemensos bukan dari kita, kepinginnya kita kegiatan ini berjalan sesuai dengan aturan, kalau misalkan ada pertanyaan masyarakat ke dinas (Dinsos) bisa juga ikut menjelaskan, jadi kita bisa sejalan,” ungkapnya, saat ditemui di salahsatu rumah ketua LSM, pada Rabu (19/8/2020) sekira pukul 10.43 Wib.

Dirinya juga menambahkan, perlunya peran serta pihak kepolisisan dan Koramil dalam hal ini Bhabinkamtibmas serta Babinsa dan juga media, LSM serta tokoh masyarakat untuk membantu mengawal kelancaran penyaluran Banssos pangan dimasing-masing desa dan menginformasikan kepada masyarakat juga sangat penting. Untuk itu, segala informasi yang diterima dapat menjadi solusi dalam mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Istilahnya apalagi sekarang ini kan ada terkena dampak Covid-19, kasihan PSM itu yang selalu bekerja tanpa memikirkan dirinya sendiri. Makannya, media juga penting juga bantu infoin ke masyarakat kalau memang ada saldo kosong dan itu dari pusat,” imbuhnya.

“Permasalahan terkait surat edaran dari dinsos itu sih, seperti masalah KKS itu, kita juga terus mengimbau bahwa kartu itu tidak boleh dipegang pendamping, selain KPM sendiri. Jangan sampai ada terjadi penyimpangan dilapangan,” jelasnya.

TKSK juga perlu adanya pendampingan pihak- pihak terkait, dan juga Tikor yang sudah dibentuk di masing- masing Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, khususnya di Kecamatan Kalibaru, serta rekan-rekan LSM dan Media di wilayah Kecamatan Kalibaru.Hal tersebut dinyatakan TKSK Kecamatan Kalibaru, Hari Sas berharap, jika peran serta LSM dan Media sebagai pengawasan sangat penting dalam penyaluran bansos tersebut, agar meminimalisir pelanggaran.

“Saya sih berharap, saya sebagai TKSK Kecamatan Kalibaru juga mewakili teman-teman, artinya keseriusan ini sebagai pengawasan penyaluran BPNT ataupun Bansos sembako,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap, peran serta stekholder dalam menanggulangi angka kemiskinan dapat membuat masyarakat lebih produktif, agar masyarakat dapat lebih sejahtera dalam status sosial.

“Harapan kami kepada masyarakat, dengan adanya bantuan ini, mereka bisa lebih produktif lagi nantinya, bisa membangun keluarganya, ekonominya, tanpa harus besok tidak makan, karena bantuan pemerintah banyak sekali. Dan Dinsos Kabupaten Banyuwangi melalui TKSK Kecamatan Kalibaru, kepada seluruh agen penyalur diwajibkan memasang tarib harga komoditi yang disalurkan kepada KPM,” pungkasnya.

Journalist : Anis S

Publisher : Anis S

%d blogger menyukai ini: