SMPN 1 Rantau Panjang, Miliki 430an Siswa, Halaman Sekolah Miris Banget

Ogan Ilir, lintasnusantra.net – SMPN 1 Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang memiliki jumlah peserta didik kurang lebih 430 siswa. Itu artinya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterimanya sangatlah besar. Akan tetapi mirisnya, penampakan dilingkungan halaman sekolah tidaklah sefantastis yang dibayangkan.

SMPN 1 Rantau Panjang, Dari hasil pemantauan awak media, sungguh sangat miris dan memperhatikan melihat kondisi keadaan seputaran lingkungan halaman SMPN 1 Rantau Panjang ini.

Dimulai dari gerbang masuk yang nampak kotor, kumuh dan dipenuhi runtuhan dedaunan kering.

Pemandangan tak elok pun terlihat di halaman sekolah, di area lapangan upacara dipenuhi rerumputan yang seakan dibiarkan tumbuh subur oleh para penghuninya atau seperti nampak tak ada berpenghuninya.

Hal demikian dirasa kurang pantas lantaran sekolah ini dihuni ratusan siswa dan puluhan guru yang terdiri dari 12 PNS dan 20 Honorer.

Pemanfaatan dana BOS yang hitungannya per siswa, diduga pemanfaatan dana bos banyak penyimpangan dalam realisasinya, tidak tepat sasaran dan diduga kuat
penggunaan dana Bos didalam pelaporannya banyak fiktif, tidak sesuai dengan juklak dan juknis Bos.

Menurut salah satu guru, yang ditemui di kantor saat dikonfirmasi mengatakan bahwa bukannya sekolah tidak punya biayanya, akan tetapi untuk membersihkan rumput-rumput ini kan memerlukan waktu dan tenaga.

“Jadi begini pak, kondisi kita kan habis pandemi rumput ini kan untuk membersihkannya perlu waktu. Sekolah kan belum aktif pas pandemi, hanya guru jadi tenaga SDM nya tuk bersih-bersih kan kurang, biasanya untuk itu terkadang kami dibantu siswa, jadi siswa kami berdayakan juga pak”, ungkapnya, Rabu (27/10).

Masih kata guru, saat ini sekolah tengah dipimpin oleh guru yang bernama Zidni Nuri selaku Plt. Kepala Sekolah. Akan tetapi, beliau sedang tidak bisa ditemui dikarenakan sibuk, katanya singkat.

Sampai berita ini di tayang, Zidni Nuri ketika dikonfirmasi via chat aplikasi WhatsApp tak digubrisnya, masih bungkam dan enggan memberikan komentarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Ogan Ilir, Indra Yudistira saat dikonfirmasi via chat WhatsApp nya mengatakan, di SMP mana itu, nanti akan saya ingatkan Kepseknya, singkatnya. (F’R)