Solusi Kebangkitan UMKM Dengan Teknologi

Jember, lintasnusantara.net. – 7 Feb 2021. Pandemi Covid-19 berdampak ke segala sektor, salahsatunya adalah sektor ekonomi. Hal ini dirasakan secara signifikan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengalami krisis ekonomi. Pasalnya, menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM.

Krisis ekonomi yang dialami UMKM tanpa disadari dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu pembinaan dan bantuan untuk pelaku UMKM di masa pandemi perlu menjadi perhatian banyak sektor terutama lembaga pemerintah khususnya dalam membina dan membantu para pelaku UMKM menggunakan “Inovasi dan Teknologi sebagai Solusi Kebangkitan UMKM di Tengah Pandemi”.

Berita Terkait:

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember, Bpk Drs. M. Jamil, MSi pada Jurnalis Lintas Nusantara mengatakan bahwa UMKM mengalami berbagai permasalahan seperti penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, produksi menurun sehingga hal ini menjadi ancaman bagi perekonomian Jember.
 
Untuk membangkitkan kembali kondisi ini diperlukan solusi mitigasi dan pemulihan. Langkah mitigasi prioritas jangka pendek adalah dengan menciptakan stimulus pada sisi permintaan dan mendorong platform digital (online) untuk memperluas kemitraan.

Selain itu perlu sebuah upaya seperti kerjasama dalam pemanfaatan inovasi dan teknologi yang dapat menunjang perbaikan mutu dan daya saing produk, proses pengolahan produk, kemasan dan sistem pemasaran serta lainnya.

Nafas Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang membutuhkan perhatian untuk penyelamatan dengan mendukung setiap langkah UMKM dan secara bertahap memberikan solusi permasalahan yang ada terutama di tengah pandemi.

Dinas Koperasi siap mendukung UMKM dalam peningkatan kualitas dan pemasaran produk dengan memperluas kerjasama dengan berbagai pihak sehingga para pelaku UMKM mendapatkan motivasi dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi serta mampu bangkit di tengah pandemi.” Ungkap M. Jamil.

Baca Juga:

Salah satu pelaku UMKM di Jember yaitu Ibu Yuliana yang memproduksi camilan Kripik Tempe MAMIRA ditemui Jurnalis Lintas Nusantara mengungkapkan kalau sebelum masa pandemi Covid 19 menjual berbagai macam produk repacking camilan pabrikan, tapi setelah adanya pandemi covid 19 konsumen yang mayoritas anak-anak sekolahan sangat berkurang drastis karena sekolah diliburkan.

Dengan kondisi prihatin inilah muncul ide membuat produk olahan tempe berupa kripik tempe yang bisa dwifungsi sebagai camilan dan juga sebagai lauk pauk makanan pengganti krupuk yang mengandung protein nabati yang tinggi.

Dan alhamdulilah produk kripik tempe Mamira diterima pasar terutama kalangan PNS dan Birokrasi. Selain itu Mamira melakukan terobosan marketing dengan menggugah konsumen untuk membeli produk Mamira untuk disodaqohkan kepada anak-anak yatim piatu yang ada di yayasan atau panti asuhan yang ada di Jember.

Alhamdulillah donatur tidak hanya dari kota Jember tetapi datang dari Kalimantan Timur, Banyuwangi, Bali dan Jawa Barat.” Tutup Yuliana.

Jurnalis: Lukman Hakim