Menu Tutup

Sudah jatuh tertimpa tangga, Polsek panongan berhasil meringkus pelaku penganiayaan.

Posted in Nasional

Lintasnusantara.net, tangerang banten, 21/9/20. Seorang pelaku penganiayaan berhasil di ringkus di depan Mapolsek panongan pada minggu 20/9/20, tersangka berinisial GK selain melakukan pemukulan, sebelumnya juga tersandung masalah penipuan terhadap korban yang berinisial K.

Kronologinya adalah berawal dari Hutang piutang, korban K meminjamkan uang sebesar kurang lebih 60 juta kepada orang tua tersangka GK, singkat cerita seiring batas waktu yang telah di tentukan, K menagih janji ke orang tua GK namun malah di alihkan menagih ke GK.

Kemudian K bergegas untuk menagih ke tersangka GK hingga sampai berulang kali, namun hanya di janjikan saja oleh GK, kemudian korban meminta membuat surat pernyataan di sertai matrai kepada GK, harapannya agar tersangka mau mempertanggung jawabkan, dan atau mengembalikan uang pinjaman tersebut kepada korban K.

Di dalam isi surat pernyataan tersebut terdapat pasal yang berisi, bahwa apabila tersangka tidak mengembalikan dalam tenggang waktu yang di tentukan, maka GK bersedia di proses secara hukum serta Undang-undang yang berlaku, sampai pada akhir waktu yang di sepakati, GK selalu menghindar selama 6 bulan.

Kemudian korban merasa dibohongi, maka mencoba menghubungi rekan-rekannya, apabila bertemu dengan GK agar memberitahukan keberadaannya serta sekaligus menggiringnya agar bertemu dengan korban. Dan rencana tersebut berjalan dengan sempurna, yang akhirnya GK di pertemukan dengan K,

Setelah bertemu keduanya lalu korban menggiring GK agar mempertanggung jawabkan sesuai pernyataan yang di buat sebelumnya ke kantor polisi setempat, karna korban dan tersangka bertemu di wilayah hukum (WILKUM) panongan, maka korban menggiringnya ke polsek tersebut, dan ternyata niat korban tidak berjalan dengan mulus, karna GK tersinggung dengan niat K serta memberontak berusaha ingin melarikan diri dari korban.

K berusaha menahannya namun GK memukulnya hingga muka K lebam, Pengakuan korban K, “awal kejadian orang tua GK meminjam uang ke saya namun setelah di tagih, malah orang tuanya menyuruh nagih ke GK, lalu saya tagih ke GK tapi hanya di janjikan terus menerus sama dia, akhirnya saya buatkan surat pernyataan di atas matrai, dengan konsekuensi apabila GK melanggar janjinya maka akan di proses melalui jalur hukum, dan undang-undang yang berlaku”

Lanjut korban menjelaskan “setelah itu GK menghindar dari saya dan tidak ada informasi ke saya, yang akhirnya saya meminta tolong dengan rekan-rekan saya agar apabila menemukan GK supaya mempertemukan ke saya, setelah bertemu saya ajak ke kantor polisi di wilayah panongan, karna mungkin GK ketakutan akhirnya mencoba melarikan diri, saya berusaha menahannya tapi di malah memukul saya dengan membabi buta”, keterangan korban.

Hal tersebut di benarkan oleh salah satu pihak Polsek yang tidak ingin di sebut namanya, “tersangka sudah di amankan dan atas perbuatannya kami kenakan pasal 351 yakni penganiayaan”, jelas pihak Polsek.

Kemudian atas kasus yang sebelumnya akan di laporkan yakni penipuan, maka pihak polsek menyarankan agar membuat Laporan di wilayah hukum tempat dibuatnya surat pernyataan tersebut, “kami menyarankan agar korban melaporkan masalah sebelumnya, yaitu hutang piutang yang di sertai pernyataan GK di wilayah tempat transaksi” ujar pihak polsek.

Red. Kartino.SE

Related Posts

%d blogger menyukai ini: