Teror Berkali-kali Menimpa Wartawan, Polres Palalawan Terkesan Lamban Dalam Mengungkap Dalang Pelaku Aksi Teror

Reporter. Rahman S|Editor. Jaks

Riau-Lintasnusantara.net-kejadian yang menimpa wartawan kembali terulang dikabupaten Pelalawan riau, dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik, kerap kali terjadi dirasakan oleh para jurnalis dilapangan, mulai dari tindakan yang mengancam, bahkan sampai mencederai fisik serta teror semacam ini. Banyak hal yang melatarbelakangi aksi kejahatan teror tersebut, yang salah satunya ketika seseorang jurnalis melakukan tugas peliputan, atau mencari berita, sumber tidak senang ketika beritanya dipublikasikan, (23/07/21).

Marlon Situmorang salah satu wartawan yang sehari harinya melakukan tugas jurnalistik di kabupaten Pelalawan riau, korban aksi kebiadaban pelaku teror yang diduga dilakukan salah seorang bandar narkoba(heri), yang telah dua kali mendapatkan teror yang sama, dan diduga dilakukan oleh orang yang sama. Sampai mengakibatkan keluarga sahabat wartawan ini mengalami trauma berat hingga kini.

kronologis berawal ketika sahabat wartawan ini, menegur sang bandar narkoba yang sudah sekian lama beroperasi berjualan narkoba jenis sabu di wilayah jalan makmur kota pangkalan kerinci.
yang membuat warga setempat, sudah sangat resah melihat gerak gerik sibandar yang setiap hari didatangi orang hampir 24 jam siang dan malam.

Marlon mencoba menegur sibandar tentang seputar pengaduan masyarakat setempat, yang kebetulan tidak begitu jauh dari kediaman Marlon agar tentang kegiatan si bandar, apa yang didapat malah sibandar menantang dan tidak juga mengakui kegiatannya itu, Bahkan melawan sahabat wartawan ini, yang diduga dibekingi oleh oknum Polisi Polres Pelalawan, sehingga si bandar ini terlihat sangat bebas melakukan aktivitas nya jual narkoba dilingkungan itu.

selang sekian lama sahabat wartawan menegur nya, teror itupun terjadi menimpa keluarga sahabat wartawan Marlon, yang menyebabkan keluarganya ketakutan. kala itu Marlon melaporkan kejadian yang dialaminya ke polres Pelalawan, seketika itu tim polres Pelalawan yang dipimpin langsung kapolres Pelalawan AKBP Indra Witjamiko turun menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

selanjutnya tim reserse polres Pelalawan melakukan penyelidikan tentang kejadian yang menimpa marlon, walaupun hasilnya tidak memuaskan, sebab polisi tidak berhasil mengungkap pelaku. Sehingga polres mengeluarkan Sp2hp kepada korban, perihal hasil lidik tim polres Pelalawan.

berselang setelah sekian lama kejadian itupun kembali menimpa korban, kali ini tidak tanggung tanggung dengan menggunakan bom molotov, sehingga aksi ini seperti nya mau menghabisi keluarga korban sekeluarga. Terlihat oleh tindakan dengan bahan peledak berupa bom molotov, kali ini membuat keluarga korban terguncang mental serta spiritualnya, akibat aksi teror bom molotov ini.kembali marlon datang melaporkan kejadian yang menimpa keluarganya ke polres Pelalawan, seperti biasa seketika itu juga tim polres Pelalawan bergegas turun ke Tkp, selanjutnya melakukan olah TKP selanjutnya melakukan penyelidikan.

media lintas nusantara menyambangi kediaman marlon serta mempertanyakan kepada marlon, menyatakan belum ada tanda tanda yang menunjukkan kasus ini bisa terungkap. Padahal sudah mengetahui ciri dan inisial pelaku, namun diduga pihak polres seakan mengabaikan kasus ini, menurut dugaan marlon sang Bandar diduga dibekingi okeh oknum polres Pelalawan sehingga nembuat kasus ini jalan di tempat.

ketika awak media lintas Nusantara menyambangi tkp kediaman marlon serta melihat secara langsung tkp, marlon bercerita akan kekecewaan nya terhadap pihak polres Pelalawan, yang mengatakan awal kronologis kasus hingga sampai dua kali aksi ini terjadi, “semuanya telah diungkapkan ke pihak penyidik polres Pelalawan, sampai rumah terduga BD (heri), juga semua secara rinci disampaikan, itu juga yang membuat marlon bertanya tanya, misteri apa yang terjadi di polres seakan polres terkesan mengabaikan bahkan tidak mampu mengungkap kejadian ini, apakah bandar narkoba yang telah mengatur polres itu yang terngiang dibenak saya,” Ungkapnya sambil menatap awak media yang sedang bertanya.

marlon menambahkan, “saya terus mengejar kasus ini kemanapun, bahkan sampai ke mabes polri, bila dibutuhkan sampai menjumpai kapolri dengan membawa anak istri serta orang tua, dan orang sekeliling saya, akan saya bawa sesegera mungkin, untuk menyampaikan Aspirasi agar polisi benar benar mengungkapnya secara transparan. Serta Profesional dengan mengedepankan azas hukum yang berlaku di NKRI,” Tambahnya

marlon juga menyampaikan harapannya serta mengajak seluruh khalayak masyarakat, lsm, wartawan bersama satukan hati agar kejadian yang sama tidak tidak terjadi pada siapapun.

Marlon berharap segeralah pihak polres Pelalawan bekerja profesional mengingat kerjasama antara pihak polres dengan media di Pelalawan cukup baik, “Jangan karena kasus yang menimpa saya membuat satu perselisihan atau jurang pemisah antara polres dengan media, dan bilamana ditemukan ada oknum polres yang mencoba membekingi bd narkoba, segera juga di proses, melihat Pelalawan sudah darurat narkoba. yang bahkan bisa merusak citra polri dan merusak nama bapak kapolres Pelalawan AKBP Indra Witjamiko yang selama ini berusaha mengaplikasikan seluruh perintah bapak kapolri di polres Pelalawan, media diriau sangat mendukung bapak kapolres Pelalawan segera menuntaskan ini,” Tandasnya.

(Rhm)