Tidak Mudah Menumbuhkan Kepedulian Terhadap Lingkungan

Tidak Mudah Menumbuhkan Kepedulian Terhadap Lingkungan

BONDOWOSO, lintasnusantara.net – Tidak mudah menumbuhkan sebuah kepedulian, khususnya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan disekitar kita. Biasanya kita baru menyadari begaimana pentingnya menjaga lingkungan ketika telah terjadi kerusakan yang memberi dampak pada kita. Tidak dapat dipungkiri bahwasanya prilaku kita menjadi salah satu penentu kwalitas lingkungan itu sendiri.

Climate Change Frontier sebuah komunitas yang Peduli Terhadap Lingkungan dan Kemanusiaan, didirikan pada tahun 2015 merupakan salah satu komunitas yang sejak awal berupaya untuk membuat sebuah perubahan. Khususnya perubahan atas prilaku masyarakat terhadap lingkungan. Salah satu yang mereka lakukan adalah Mengurangi Penggunaan Produk Plastik. Gerakan ini sudah mulai mereka lakukan sejak awal komunitas ini didirikan. Baskoro selaku Founder CCF mengatakan “Sejak lama masalah sampah plastik sudah menjadi masalah hampir disetiap negara. Tanpa terkecuali di Indonesia”.

Gerakan mereka ini diawali dengan mengurangi penggunaan tas plastik tahun 2015. Lewat gerakan Totebag Campaign mereka berusaha mengedukasi masyarakat agar merubah kebiasaan mereka, khususnya untuk tidak lagi menggunakan tas plastik dan mulai menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan. Mereka turun dengan membagikan Totebag secara gratis kepada masyarakat sebagai pengganti tas plastik. Namun sebagaimana yang disampaikan Baskoro CCF “Totebag Campaign ini sudah kami lakukan sejak lama. Setiap kami turun, kami selalu membagikan totebag secara gratis. Tujuan kami adalah agar mereka mengganti tas plastik mereka. Namun pesan yang sampai adalah mereka senang karena mendapat totebag secara gratis. Ini menjadi masalah tersendiri. Belum lagi totebag bukanlah sebuah produk yang 100% ramah lingkungan.” Sebagaimana diketahui Totebag terbuat dari bahan sintetis yang akhirnya akan mencemari lingkungan juga. Produk ini memiliki kelebihan, salah satunya adalah durability yang baik. Jika kita menggunakan totebag untuk keperluan kita sehari-hari, maka tas ini mampu bertahan sampai 1 bulan lebih. Itu artinya kita sudah mengurangi membuang sekian banyak tas plastik ke alam selama kita memakai totebag.

Tidak sampai disini saja, CCF juga melakukan gerakan untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik di bulan Februari 2019. Mereka lakukan ini selama hampir 1 tahun penuh. Target mereka adalah para pelaku usaha seperti Cafe, Hotel dan Restoran. Dimana mereka tidak lagi menggunakan sedotan plastik kecuali by request. Sudah hampir 50 an para pelaku usaha yang tergabung dalam gerakan ini saat itu (sebelum Pandemi Covid 19). Beragam prilaku yang ditunjukkan oleh customer para pelaku usaha saat mereka memesan minuman tanpa sedotan plastik. Ada yang menerima dan lebih banyak yang meminta untuk menggunakan sedotan plastik. Maka dari itu CCF merekomendasikan kepada para pelaku usaha untuk menggunakan sedotan yang lebih ramah lingkungan seperti sedotan jagung atau kertas. Walau memang dengan harga yang lebih mahal. Atau tidak menggunakan sedotan sama sekali.

Ditahun yang sama yaitu 2019, mereka juga mengkampanyekan terkait mengurangi penggunaan botol plastik. Namun target mereka adalah perusahaan yang menggunakan botol plastik sebagai kemasan produk mereka. Mereka menghimbau agar perusahaan tidak lagi menggunakan botol plastik dengan ukuran dibawah 500 Ml. Karena mudah menjadi sampah plastik. “Beli Sekarang ; Diminum Sekarang dan Menjadi Sampah diwaktu yang bersamaan”.

Diakhir Baskoro CCF menyampaikan “Jika kita berbicara terkait sampah plastik, maka ini tidak mudah. Diperlukan peran serta pemerintah dalam mengatasi hal ini. Dibutuhkan aturan yang tegas. Disisi lain, karena terkait dengan sebuah kesadaran. Maka gerakan terkait mengurangi plastik harus dilakukan secara masih, Tidak bisa dilakukan sebulan sekali apalagi yang setahun sekali”. (Nur)