Usai Terima Berkas Tiga TSK Korupsi Dari Polres OI, Kejari OI : Ke-tiga TSK Dilakukan Penahan Di Rutan Pakjo Palembang Selama 20 Hari Ke Depan

Usai Terima Berkas Tiga TSK Korupsi Dari Polres OI, Kejari OI : Ke-tiga TSK Dilakukan Penahan Di Rutan Pakjo Palembang Selama 20 Hari Ke Depan

Lintas-Ogan-Sumsel

Jum’at , 19 Maret 2021

Posted in Ogan Ilir

Indralaya — Ogan Ilir-Sumsel — Lintasnusantara.Net — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ogan Ilir-Sumsel, hari ini menerima tahap ll penyerahan tersangka dan barang bukti dari tim penyidik Polres Ogan Ilir (OI) terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ogan Ilir dalam proyek pembangunan jembatan KTM Rambutan Parit tahap 2 tahun anggaran 2017.

Bertempat di kantor Kejari OI, Kepala Kejari OI, Marthen Tandi, S.H., M.H., dengan didampingi Kapolres OI AKBP Yusantiyo Sandhy menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah menerima penyerahan ketiga tersangka yang masing-masing berinisial Ir. HA, AS, dan CS beserta barang bukti berupa dokumen-dokumen penting terkait proyek yang bersumber dari dana APBN tersebut.

“Ketiga tersangka ini diduga terlibat dalam kasus korupsi yang mengakibatkan adanya indikasi kerugian negara sebesar 2 milyar 920juta lebih,”terang Kepala Kejari OI di kantornya, Jumat (19/3/2021) siang.

Menurutnya, setelah proses penyerahan hari ini, langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari OI ialah mempersiapkan berkas-berkas untuk pelimpahan ke pengadilan.

Seperti diketahui bahwa pada tahap l pelaksanaan proyek jembatan KTM Rambutan ini dikerjakan oleh PT. Wilko Jaya dengan nilai anggaran Rp 6,895 milyar pada tahun 2017 lalu.

Kemudian proyek realisasi pembangunan jembatan KTM Rambutan tahap ll dilanjutkan kembali dengan anggaran dana sebesar Rp 1,662 miliar dengan pelaksana PT. Putra Guru Sakti melalui Disnakertrans tahun 2018.

Selanjutnya, berdasarkan hasil penemuan dan penelitian terhadap dokumen-dokumen penting di Disnakertrans Ogan Ilir terkait proyek pembangunan jembatan KTM Rambutan tersebut yang dilakukan tim penyidik Polres OI, maka perkara ini dinyatakan telah memenuhi P21 dan selanjutnya akan diproses oleh JPU untuk pelimpahan berkas ke pengadilan.

Lebih lanjut, Kepala Kejari OI menjelaskan bahwa setelah ini ketiga tersangka akan di tahan selama 20 hari ke depan di Rutan Pakjo kelas 1B. Penahanan tersebut dilakukan JPU sembari melengkapi administrasi dan berkas lain untuk dilimpahkan ke pengadilan.

“Dan untuk ketiga tersangka disangkakan dengan pasal 2 & 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi 3199 perubahan 2021 dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,”pungkasnya. (F’R)