Warga Desa Sambi Rampak Kidul Dijemput Paksa Oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Karena Diduga Positif Corona Virus

PROBOLINGGO – lintasnusantara.net – Selasa 11/08/2020 Corona Virus (Covid-19) terus menyebar dan salah satunya menimpa ibu Siti Romla & keluarga Mukri di hari Raya Idul Adha di Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Berawal dari sakit menahun asam lambung & darah tinggi tiba tiba penyakit tersebut kambuh lagi, sampai pada kesimpulan dibawalah sang ibu Siti Romlah berobat ke salah satu dokter buka pratek, iya mengatakan kalau sang ibu dinyatakan penyakitnya asam lambung saja, sementara penyakit darah tingginya alhamdulillah sudah normal tinggal asam lambung.

Sementara tanya jawab terjadi antara anak dengan dokter menurut pernyataan Mukri menantu ibu Siti Romla kepada awak media, jum’at 31-08-2020.

Dua hari kemudian sakit sang ibu tetap terasa mualnya pada ahirnya dibawalah ke Puskesmas Kota Anyar, sempat ada yabg menyatakan dari salahsatu petugas kalau penyakit ibu tersbut asam lambung, namun tiba tiba ibu tersebut di repid dan hasilnya reaktif covid-19. orang tua Mukri langsung di rujuk ke Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksan selama satu minggu.

Kemudian ibu Siti Romla dinyatakan positif covid-19 melalui keterangan surat Rumah Sakit Waluyo Jati Keraksan dan langsung di kirim ke tempat isolasi di Hotel Gending Sari.

Dalam satu minggu kemudian keluarga Siti Romla mendatangi Puskesmas Kotaanyar. meminta untuk di periksa namun iya langsung dikirim bukan kerumah Sakit Waluyo Jati melainkan dikirim ke Puskesmas Kraksan.

Empat anggota keluarga tersebut lamgsung di swab. (hasil) keterangan surat Rumah Sakit Perkebunan jalan Bedadung no 2 Jember Kelinik.

Namum hasilnya agak membingungkan nama pak Hosem tidak masuk dalam daptar covid-19 namun yang bersangkutan tetap di bawa juga.

Terjadilah salah paham antara aparat dengan pihak kelurga Mukri, pihak Mukri mengajukan biaya ganti rugi terkait pekerjaan yang di tinggalkan ortunya situasi memanas dipicu pernyataan yang tidak pantas oleh oknum tersebut.

Alhamdulillah ada seseorang dari rombongan tersebut dengan sapaan akrabnya pak Ugas, iya langsung mengambil dompet pribadinya memanggil yang namanya Mukri mendekat langsung memberikan uang kurang lebih 900.000 ribu setelah situasinya mulai tenang.” Ungkapnya.

Keterangan yang didapat dari salah satu warga sekitar memyebutkan, peristiwa tersebut dikaitkan dengan peristiwa politik pilkades sebelumnya iya menyebutkan kalau keluarga Mukri itu bukan pemilih Kepala Desa tersebut.

Sempat mendengar ada pernyataan yang kurang pantas di ucapkan salahsatu rombongan tersebut,

Awak media sempat mewawancarai salahsatu perangkat desa terkait apa yang di sampaikan warga tentang perangkat desa iya membantahnya, buktinya desa memberi bantuan uang sebesar 700.000 ribu.

Namun keluarga Mukri mengatakan pihaknya tidak pernah menerima bantuan apa apa dari desa terkait karantina jangankan ngasih uang nyambangi aja nggak terlihat batang hidungnya, bahkan keluarga Mukri siap dipertemukan dengan orang yang menyatakan memberi uang tersebut bila di butuhkan.

Daftar nama covid-19 ini sudah beredar terlebih dulu sebelum pihak-pihak resmi memberitahunya.
inilah daptar nama covid- 19
1- Siti Romla- 57 thn
2- Islamiyah -38 thn
3- Hosen- 68 thn
4- Laila Azro Maulidiah 5 tahun”, tutur Mukri.

Saat awak media berupaya meminta konfirnasi kepada Kepala Puskesmas Kotaanyar melalui via telfon namun semua itu tidak berhasil sampai pada ahirnya berita ini di terbitkan.dan yang lebih menyakitkan lagi apa yang dijanjikan oleh perangkat Desa sampai saat ini uang sebesar 700 rb itu tidak pernah terealisasi.

Penulis : Eko
Publisher: Sayadi H