BREBES –Lintas Nusantara .Plat beton pada ruas Jalan Kabupaten Buaran–Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, mengalami ambles pada Rabu (23/09/2026). Kondisi tersebut mengganggu akses utama masyarakat, khususnya aktivitas dan distribusi hasil bumi warga setempat.
Bagian plat beton yang mengalami kerusakan memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan lebar 5,5 meter. Jembatan tersebut diketahui telah dibangun sejak sekitar tahun 1980-an oleh Pemerintah Desa sehingga kondisinya kini mengalami kerusakan akibat faktor usia.
Menindaklanjuti laporan dari Pemerintah Desa Banjarsari, UPT DPU Wilayah Bantarkawung langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengukuran.
Kepala UPT DPU Wilayah Bantarkawung, Siswanto, ST, mengatakan pihaknya segera melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari Pemdes Banjarsari.
“Kami mendapatkan laporan dari Pemdes Banjarsari dan langsung cek lokasi. Setelah kami ukur bersama tim, jembatan plat beton yang amblas lebarnya 5,5 meter dan panjang 1,5 meter,” ujar Siswanto.
Menurut Siswanto, hasil pengecekan tersebut akan segera dilaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti, mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu akses utama masyarakat.
“Setelah cek lokasi, kami akan segera melaporkan kepada pimpinan agar bisa secepatnya dibangun, mengingat jembatan itu merupakan akses utama masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pj. Kepala Desa Banjarsari, Santoso Widiarto, SH, membenarkan adanya kerusakan pada plat beton tersebut. Berdasarkan informasi dari masyarakat, jembatan tersebut telah dibangun sejak sekitar tahun 1980-an oleh pemerintah desa.
“Informasi dari warga, jembatan yang amblas dibangun oleh desa sekitar tahun 1980-an,” jelas Santoso.
Untuk menjaga agar aktivitas warga dan distribusi hasil bumi tetap berjalan, masyarakat setempat kemudian melakukan upaya swadaya dengan menutup bagian jembatan yang amblas menggunakan batang glugu atau batang pohon kelapa.
Salah seorang warga, Tarmud (57), mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya sementara agar akses masyarakat tetap dapat digunakan.
“Kami melakukan swadaya agar perekonomian pedesaan lancar. Untuk ukuran glugu penutup jembatan, panjang 2,5 meter sejumlah 8 batang,” ujar Tarmud.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum dapat segera melakukan perbaikan secara permanen. Perbaikan dinilai penting untuk menjamin keamanan dan kelancaran akses masyarakat serta distribusi hasil bumi dari wilayah tersebut.




