BREBES – Lintasnusantara.net
Polisi telah mengamankan anak kandung korban, Nasiun (57), untuk dimintai keterangan. Namun, keterlibatan Nasiun dalam peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 08.00 WIB, bermula ketika Nasiun mendatangi rumah Kepala Desa Pengarasan, Ahmad Nirom. Saat itu, Ahmad sedang berada di sawah dan menerima telepon dari istrinya yang mengabarkan kedatangan Nasiun ke rumah.
“Saya sedang berada di sawah, kemudian ditelepon istri bahwa Nasiun ada di rumah,” kata Ahmad Nirom kepada awak media.
Setelah tiba di rumah, Ahmad mengaku mendengar Nasiun menyampaikan pengakuan terkait dugaan pembacokan terhadap ayahnya. Nasiun juga meminta agar kondisi korban diperiksa.
“Dia bilang, tolong dicek ayah saya mati atau tidak. Tadi habis dibacok,” tutur Ahmad menirukan perkataan Nasiun.
Mendengar pernyataan tersebut, Ahmad bersama sejumlah warga kemudian menuju kebun milik Iksan untuk memastikan kondisi korban. Setibanya di lokasi, mereka mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan luka-luka serius.
Anggota Polsek Bantarkawung bersama tim kesehatan kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal. Nasiun selanjutnya diamankan di Polsek Bantarkawung guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ditanya mengenai alasannya, Nasiun disebut mengaku sakit hati kepada ayahnya. Meski demikian, keterangan tersebut belum dapat dipastikan sebagai motif kejadian. Polisi masih mendalami latar belakang, kronologi, serta penyebab pasti peristiwa tersebut.
Hingga Sabtu siang, jenazah Iksan dilaporkan masih berada di lokasi kejadian sambil menunggu kedatangan tim identifikasi Polres Brebes untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian. Sementara itu, status hukum serta keterlibatan Nasiun belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik.
Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara lengkap peristiwa yang menewaskan pria berusia 83 tahun tersebut.




