15 Motor Listrik Perkuat Penanganan TBC dan Kusta di Kabupaten Cirebon


Lintas Nusantara Net 

KABUPATEN CIREBON — Penanganan tuberkulosis (TBC) dan kusta di Kabupaten Cirebon mendapat dukungan baru.

Sebanyak 15 unit motor listrik diserahkan KOMIPO Indonesia Cirebon K-User Project Kabupaten Cirebon Tahun 2026 melalui Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Bantuan tersebut diterima Bupati Cirebon Imron dalam acara Handover Ceremony Electric Vehicle Program P2 Kusta dan TBC Kabupaten Cirebon di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Selasa (29/9/2026).

Motor listrik tersebut akan mendukung kegiatan puskesmas dalam penanggulangan TBC dan kusta, terutama untuk menjangkau masyarakat di lapangan.

Bupati Cirebon, Imron mengatakan, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemerintah daerah menangani TBC dan kusta. Ia menyebut, Kabupaten Cirebon masih menghadapi jumlah kasus yang cukup besar.

“Bantuan ini untuk penanggulangan TBC dan kusta. Karena kita tahu sendiri di Kabupaten Cirebon ini untuk TBC sangat besar, ada 6.199 kasus,” kata Imron.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, hingga Agustus 2024 ditemukan 6.199 kasus baru TBC dan 125 kasus baru kusta. Kasus tersebut juga tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi ditemukan pada anak-anak.

Imron meminta puskesmas penerima bantuan memanfaatkan kendaraan tersebut secara optimal untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Maka kami berharap kepada puskesmas yang mendapatkan bantuan motor ini untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya, dan dipergunakan untuk pengobatan terhadap masyarakat yang kena kusta maupun TBC,” tuturnya.

Selain mendukung pengobatan, Imron menekankan pentingnya kegiatan penyuluhan agar masyarakat memahami pencegahan TBC dan kusta.

Menurutnya, kendaraan tersebut memiliki fungsi khusus untuk mendukung program penanggulangan kedua penyakit tersebut.

Sebab, kendaraan operasional puskesmas selama ini digunakan untuk berbagai kebutuhan dengan banyaknya tenaga yang bekerja di masing-masing fasilitas kesehatan.

“Kalau ini khusus untuk program TBC dan kusta,” kata Imron.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Febrina Fransisca Sianturi menjelaskan, pemilihan Kabupaten Cirebon sebagai lokasi penerima bantuan didasarkan pada kondisi kasus TBC dan kusta di wilayah tersebut.

Menurutnya, tingginya prevalensi dan jumlah penderita menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyaluran dukungan tersebut.

“Kenapa Kabupaten Cirebon, karena tadi ada data bahwa tingkat prevalensinya di sini tinggi, penderitanya di sini tinggi,” ujar Febrina.

Dari total 60 puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon, bantuan tahap ini diberikan kepada 15 puskesmas.

Febrina mengatakan, jumlah tersebut menyesuaikan kemampuan dan keterbatasan dukungan yang tersedia.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat menjaga dan mengelola kendaraan tersebut dengan baik, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami juga berharap pemerintah daerah bisa mengelola dan menjaga dengan baik, karena kami tahu bahwa salah satu kendala di lapangan, kalau isunya tuberkulosis dan kusta, mungkin nanti penjangkauan,” katanya.

Febrina menjelaskan, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) telah beroperasi di Indonesia sejak 2005, ketika bencana tsunami melanda Aceh.

Yayasan tersebut bergerak dalam lima sektor, salah satunya kesehatan, dan berafiliasi dengan Good Neighbors International di Korea Selatan.

Dalam program tersebut, GNI dipercaya mengelola dana CSR dari Korea Midland Power (KOMIPO) Korea. “Dari situ kemudian kami dipercaya untuk mengelola dana CSR dari KOMIPO Korea,” ungkapnya.

Perkuat Jangkauan di Lapangan

Sekretaris Dinkes Kabupaten Cirebon, Edi Susanto mengatakan, TBC dan kusta masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan bersama.

Ia menyebut, penanggulangan kedua penyakit tersebut menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pendidikan, demografi, hingga tata laksana kasus.

Karena itu, Dinkes Kabupaten Cirebon menjalankan sejumlah strategi, antara lain memperluas informasi mengenai TBC dan kusta kepada masyarakat, meningkatkan penemuan kasus secara dini, serta memperkuat pelayanan kesehatan dan rehabilitasi.

Upaya lain yang dilakukan mencakup penghapusan stigma terhadap orang yang pernah mengalami kusta dan TBC beserta keluarganya, pemberdayaan kader, serta peningkatan komitmen pemerintah dan masyarakat.

Edi berharap dukungan kendaraan listrik tersebut dapat memperkuat kerja petugas kesehatan dalam menjangkau masyarakat. 

(Caswila)

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


Iklan

نموذج الاتصال