Kota Cirebon, Lintas Nusantara.Net
KOTA CIREBON -Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat diikuti dengan meningkatnya ancaman kejahatan siber di sektor keuangan. Kondisi tersebut mendorong para kepala desa atau kuwu untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah menjadi korban penipuan digital.
Hal itu menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan sosialisasi literasi keuangan digital dan pencegahan cyber crime yang digelar BNI bersama mitra kerja Komisi VI DPR RI.
Kegiatan tersebut diikuti Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) di salah satu hotel di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (5/8/2026).
Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mengatakan kepala desa memiliki posisi strategis sebagai pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, informasi mengenai keamanan transaksi digital dan berbagai modus kejahatan siber perlu dipahami para kuwu agar dapat diteruskan kepada warga di desa masing-masing.
Menurut pria yang akrab disapa Kang Hero, masih banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan digital karena rendahnya literasi keuangan dan kurang memahami perkembangan modus kejahatan siber.
"Kurangnya pemahaman mengenai literasi keuangan digital membuat masyarakat mudah menjadi korban. Selain itu, faktor kelengahan juga sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber," ujarnya.
Ia berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat sehingga angka korban kejahatan siber dapat ditekan.
"Kuwu merupakan pucuk pimpinan di tingkat desa. Sudah semestinya ikut mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan siber," katanya.
(Caswila)



