lintasnusantara.net Morowali, Pelayanan yang kerap menjadi keluhan masyarakat akhirnya mendapat atensi serius dari manajemen RSUD Morowali.
Rumah sakit pelat merah tersebut menggelar Workshop Service Excellence sebagai langkah strategis untuk melakukan pembenahan menyeluruh di sektor pelayanan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf yang menegaskan fasilitas bagus tidak ada artinya tanpa pelayanan maksimal.
“Fasilitas di RSUD Morowali ini sudah mulai bagus, tapi kalau pelayanannya tidak ditingkatkan, itu bisa jadi percuma," tegas Bupati Iksan.
Direktur RSUD Morowali, Maskur, S.Kep., Ners., M.M., mengakui bahwa kualitas rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh gedung dan alat medis, tetapi oleh kualitas manusia di balik layanan.
“Alhamdulillah saya diberikan kepercayaan untuk memimpin rumah sakit ini. Kami ingin membawa RSUD Morowali menjadi lebih baik dan membuat masyarakat merasa lebih nyaman saat mendapatkan pelayanan,” ujar Maskur.
Ia menegaskan langkah awal yang menjadi fokus utamanya adalah peningkatan SDM.
“Salah satu langkah pertama yang kami lakukan adalah berkomitmen memberikan pelatihan kepada petugas-petugas kami, agar bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program "Senyum Melayani" dan Workshop Service Excellence.
“Tujuan utama Pelatihan Service Excellence adalah untuk meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas tinggi, dan berorientasi pada kepuasan secara konsisten,” ucap Maskur.
Tiga Pilar Pelatihan
Workshop ini tidak sekadar pelatihan keramahan biasa. Materi dirancang untuk mengubah budaya kerja secara menyeluruh dengan tiga tujuan utama:
Pertama, membangun pola pikir dan sikap atau mindset serta attitude dalam memberikan pelayanan.
Kedua, meningkatkan keterampilan komunikasi dan interpersonal. Ketiga, memperkuat kemampuan tenaga rumah sakit dalam mengelola keluhan dan konflik secara tepat.
Gandeng Coach Berpengalaman Untuk memastikan standar berkualitas, manajemen RSUD Morowali menggandeng pakar Service Excellence, Coach Kartiko Adi Pramono dari Better Habit Institute Indonesia.
Kartiko merupakan salah satu pakar Service Excellence sekaligus pelatih senior yang memiliki pengalaman panjang, termasuk selama belasan tahun
Program pelatihan tersebut dirancang secara bertahap sepanjang 2026. RSUD Morowali menargetkan sekitar 500 tenaga rumah sakit mengikuti kegiatan tersebut melalui delapan angkatan.
Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari tenaga pelayanan langsung, tetapi juga mencakup pimpinan menengah, bagian administrasi, hingga jajaran manajemen rumah sakit.
Hingga saat ini pelatihan telah berjalan sebanyak tiga angkatan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan RSUD Morowali dalam menciptakan standar pelayanan yang lebih konsisten di seluruh lini.
Dengan adanya workshop ini, manajemen berharap keluhan masyarakat terkait pelayanan yang jutek, lambat, dan kurang komunikatif bisa terjawab. RSUD Morowali tidak hanya ingin dikenal karena fasilitasnya yang memadai, tetapi juga karena pelayanannya yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepuasan pasien.





