Brebes, Lintasnusantara.net
Rumah yang terbakar diketahui milik Nurkholis dan Ibu Shobaroh, warga RT 004/RW 003. Kobaran api yang muncul saat warga sedang terlelap membuat masyarakat sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Apa yang terjadi?
Kebakaran menghanguskan dua bangunan rumah warga. Api diduga berasal dari tungku kayu yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas memasak air. Bara api yang diduga masih menyala kemudian merembet ke tumpukan kayu bakar di sekitar dapur.
Kapan terjadi?
Peristiwa terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Laporan diterima Petugas Pemadam Kebakaran Pos Bumiayu sekitar pukul 01.10 WIB.
Siapa yang terdampak?
Dua rumah milik Nurkholis dan Ibu Shobaroh menjadi korban kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seorang petugas Damkar mengalami luka pada kaki akibat tertusuk paku saat melakukan proses pendinginan di tengah reruntuhan.
Di mana lokasi kejadian?
Kebakaran terjadi di Dukuh Porshub, RT 004/RW 003, Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Bagaimana kejadian berlangsung?
Setelah menerima laporan, Damkar Pos Bumiayu mengerahkan armada menuju lokasi. Petugas menempuh jarak sekitar 13 kilometer dan tiba sekitar 15 menit kemudian.
Petugas Damkar bersama tim USR Tonjong langsung melakukan pemadaman agar api tidak merambat ke rumah warga lainnya. Dalam proses pemadaman, petugas sempat mengalami kendala teknis karena salah satu selang mengalami kebocoran ketika tekanan air sedang dimaksimalkan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 04.20 WIB. Bangunan berukuran sekitar 10 x 8 meter tersebut mengalami kerusakan berat dan hanya menyisakan puing-puing.
Kerugian materiil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kapolsek Tonjong Iptu Yazid Asmungi membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memastikan tungku maupun instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan atau saat hendak beristirahat,” ujar Iptu Yazid Asmungi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi musim kemarau. Lingkungan permukiman yang banyak terdapat material mudah terbakar dapat membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak meninggalkan tungku dalam kondisi masih menyimpan bara serta selalu memeriksa sumber listrik dan benda-benda yang mudah terbakar sebelum tidur atau meninggalkan rumah.
Edi Purwanto




