MOROWALI , Lintasnusantara.net
Puncaknya, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Topogaro menggeruduk kawasan perusahaan pada Minggu (27/9/2026). Massa datang membawa tiga tuntutan yang selama ini dinilai diabaikan.
Tiga tuntutan tersebut adalah:
1. Realisasi segera relokasi Dusun Folili;
2. Kejelasan dan pembayaran kompensasi dampak debu akibat aktivitas perusahaan;
3. Prioritas rekrutmen tenaga kerja lokal.
Koordinator lapangan, Sulham, menegaskan warga sudah muak dengan janji tanpa kepastian.
“Kami meminta pihak perusahaan segera memberikan kepastian dan merealisasikan kesepakatan yang telah disampaikan kepada masyarakat, khususnya terkait relokasi Dusun Folili,” tegasnya di hadapan massa.
Korlap lainnya, Moh Amin, menyoroti penderitaan warga yang setiap hari terdampak debu.
“Masyarakat merasakan langsung dampak aktivitas perusahaan. Karena itu, kompensasi yang menjadi tuntutan warga selama ini harus segera mendapatkan kejelasan dan tidak terus dibiarkan oleh pihak perusahaan tanpa kepastian,” teriaknya.
Sementara Korlap Sahbudin menekankan keberpihakan perusahaan terhadap masyarakat lokal.
“Kami meminta perusahaan memberikan prioritas yang nyata kepada anak-anak lokal untuk mendapatkan kesempatan bekerja. Masyarakat di sekitar wilayah operasi harus ikut merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan,” katanya.
Massa menegaskan, aksi ini merupakan puncak kekecewaan. Tuntutan yang disuarakan bukan tuntutan baru, melainkan aspirasi lama yang terus menumpuk akibat tidak adanya itikad baik perusahaan.
Kini warga Topogaro menunggu langkah konkret, bukan lagi janji baru, atas komitmen yang telah diingkari selama ini.



