ACEH SINGKIL, LINTAS NUSANTARA - Bursa pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Singkil kini mulai panas dingin menjelang Pj Sekda Edi Widodo memasuki masa pensiun pada bulan Desember 2026 nanti, Rabu (19/08/2026)
Sejumlah nama mulai diperbincangkan, di antaranya Junaidi, Asisten I Setdakab Aceh Singkil, dan Faisal, Asisten II.
Keduanya dinilai memiliki pengalaman dan posisi strategis dalam birokrasi. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan menggantikan Edi Widodo.
Ditengah bursa tersebut, masyarakat juga berharap kursi Sekda dipercayakan kepada putra asli Kabupaten Aceh Singkil yang memiliki kompetensi, integritas dan rekam jejak yang baik.
Ketua LSM Cokro Prawiro Nusantoro, Dalian Bancin, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia juga berharap proses pengisian Sekda dilakukan secara transparan dan sesuai mekanisme.
“Sekda bukan jabatan biasa, yang harus di kedepankan adalah kemampuan, integritas dan rekam jejak. Kalau ada putra daerah yang memenuhi syarat dan kompeten, tentu patut menjadi pertimbangan,” ujar Dalian.
Disisi lain, akhir masa tugas Edi Widodo juga mulai menjadi perhatian publik menyusul ada sejumlah persoalan pemerintahan yang disebut-sebut masih menyisakan tanda tanya?
Muncul pertanyaan, apakah Edi Widodo akan mengakhiri masa tugasnya dengan tenang hingga pensiun nantinya, atau apakah masih harus memberikan klarifikasi kepada Aparat Penegak Hukum (APH) terkait persoalan tertentu?
"Sejauh ini belum ada kepastian bahwa Edi Widodo akan diperiksa APH. Karena itu, isu tersebut perlu dibuktikan melalui proses dan informasi resmi.
Kini publik menunggu, Junaidi, Faisal, atau justru nama lain yang akan mengisi dikursi panas-dingin Sekda Aceh Singkil, tentunya masyarakat berharap bahwa Sekda kedepan mampu memahami persoalan daerah dan bekerja untuk kepentingan masyarakat Aceh Singkil." Pungkasnya



