Indramayu, Lintas Nusantara.Net
Indramayu -Tepat pukul 00.00 WIB, Selasa (25/8/2026) dini hari, suasana Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu, Indramayu, justru ramai oleh ratusan warga.
Mereka datang dari Desa Sindang dan Dermayu untuk mengikuti tradisi Mandi Grujug di Sumur Pengantin yang berada di kompleks masjid.
Begitu tengah malam tiba, warga bergantian menimba air. Suasana sempat riuh karena sejumlah warga berebut ember untuk mendapatkan air sumur.
Air kemudian diguyurkan ke tubuh. Meski tengah malam dan pakaian basah kuyup, warga tetap mengikuti tradisi tersebut.
Ada yang membawa galon untuk membawa pulang air sumur. Harapannya beragam, mulai dari kesehatan hingga keberkahan bagi keluarga.
Salah seorang warga, Foni (61), mengaku sudah dua tahun mengikuti tradisi ini.
“Harapannya sih biar selalu sehat, lebih mengharapkan barokahnya saja.”
Sementara warga lainnya, Ahmad (53), berharap sakit pada kakinya bisa segera membaik.
Budayawan Indramayu Historia, Nang Sadewo, menyebut Mandi Grujug merupakan tradisi masyarakat pesisir yang memadukan budaya lokal dengan nilai-nilai Islam.
Tradisi ini dipercaya telah berlangsung sejak masa Wali Songo. Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu sendiri diperkirakan dibangun sekitar 1510, sedangkan sumurnya diperkirakan telah ada sejak 1470-an.
Namun pengurus DKM Masjid Pusaka, Fuad, mengingatkan agar keberkahan tidak dimaknai secara berlebihan.
Menurutnya, air sumur hanyalah bagian dari ikhtiar. Yang utama adalah berdoa dan beribadah kepada Allah SWT.
Tradisi masih bertahan. Warga datang membawa harapan masing-masing.
(Caswila)
#indramayu #indramayuupdate #tradisi #mandi grujug #maulid nabi



