Morowali, lintasnusantara.net
Kamu tidak tahu saya, saya ini anggota dewan,” ujar oknum DPRD tersebut kepada dokter SN, berdasarkan informasi yang diperoleh.
Situasi tersebut kemudian memanas dan arogansi oknum legislator itu memuncak. Ia bahkan mengeluarkan bahasa yang mengarah pada ancaman fisik terhadap dokter yang sedang bertugas, sebuah tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang wakil rakyat.
Dugaan intimidasi dokter Morowali yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD ini sontak menjadi perhatian publik.
Sikap arogansi tersebut dianggap tidak pantas dan berbanding terbalik dengan harapan masyarakat terhadap sosok wakil rakyat yang seharusnya menjadi teladan
Peristiwa ini terjadi di RSUD setempat saat dokter SN tengah menjalankan tugas pelayanan kesehatan.
Perlakuan tidak menyenangkan ini bermula ketika oknum anggota DPRD Morowali tersebut mendatangi RSUD Morowali untuk meminta kamar bagi seorang pasien.
Namun, permintaan oknum legislator itu tidak dapat dipenuhi oleh pihak RSUD karena seluruh kamar telah terisi penuh oleh pasien lain yang masuk lebih dulu.
Dokter SN yang menangani situasi tersebut menjelaskan bahwa tidak ada kamar kosong. Akan tetapi, alasan tersebut tidak diterima oleh oknum anggota DPRD. Ia justru mengeluarkan perkataan yang dianggap tidak pantas.



