Kualitas Udara di Pelalawan Bertahan di Level Tidak Sehat


Pangkalan Kerinci, Lintasnusantara.net

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pelalawan selama dua hari, Ahad dan Senin (30-31/8/2026), belum sepenuhnya mampu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski sejumlah titik api telah berhasil dikendalikan dan dijinakkan, kepulan asap masih terlihat di beberapa lokasi lahan terbakar di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Tim gabungan saat ini masih melakukan upaya pendinginan untuk memastikan bara api di lokasi karhutla benar-benar padam. Namun, kondisi tersebut belum memberikan dampak positif terhadap kualitas udara di Kabupaten Pelalawan.

Pada Selasa (1/9/2026), kualitas udara di daerah berjuluk Negeri Seiya Sekata itu masih berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut bahkan telah bertahan selama tiga hari terakhir.

"Kualitas udara kita hari ini masih bertahan di level tidak sehat sejak tiga hari terakhir. Ini karena kabut asap kembali muncul sehingga mempengaruhi level Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Negeri Seiya Sekata saat ini," terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, Eko Novitra.

Dijelaskannya, dari sejumlah parameter yang dipantau melalui alat pendeteksi ISPU milik DLH Pelalawan, terdapat parameter yang menunjukkan kondisi sedang hingga tidak sehat.

Parameter PM10 tercatat berada pada level 89 dan masuk kategori sedang dengan indikator warna biru. Angka tersebut relatif sama dengan kondisi sehari sebelumnya.

Sementara itu, parameter PM2.5 berada pada level 142 dan masuk kategori tidak sehat dengan indikator warna kuning.

"Kemudian SO2 pada level 29 masuk kategori baik dengan indikator warna hijau. O3 di level 6 kategori baik dan indikator warna hijau. Sedangkan NO2 di angka 33. Sedangkan parameter CO dan HC berada pada angka 0," jelas Eko.

Dengan kondisi kualitas udara tersebut, masyarakat diminta tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lanjut usia, serta kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. Jika kondisi asap semakin pekat, warga diminta segera mencari tempat yang lebih aman.

"Apabila kondisi asap semakin pekat, segera mencari tempat yang lebih aman," tutupnya

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


Iklan

نموذج الاتصال