Bathin Solapan, Lintasnusantara.net
Bau busuk menyengat yang berasal dari sebuah rumah di Jalan Jenderal Sudirman KM 05, Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, membuat warga sekitar gempar, Sabtu (8/8/2026) sore.
Kecurigaan warga akhirnya berujung pada penemuan jasad seorang pria lanjut usia, Almen Gultom (69), yang ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar rumahnya.
Yang membuat warga semakin penasaran, rumah korban dalam kondisi terkunci rapat dari dalam, sementara Almen diketahui sudah beberapa hari tidak terlihat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah warga mencium bau tidak sedap yang semakin kuat dari arah rumah korban. Ketua RT setempat, Jaharma Sibatuara (58), yang merasa curiga kemudian melaporkan kondisi tersebut ke Polsek Mandau.
Mendapat laporan itu, Personel Piket SPK Polsek Mandau yang dipimpin Aiptu Ade Putra langsung mendatangi lokasi untuk melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).
Saat petugas berhasil masuk ke dalam rumah, korban ditemukan telah terbujur kaku di atas tempat tidur dalam posisi terlentang.
Kapolsek Mandau AKP I Made Pasek Saradahtam Bendesa, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.
“Benar ada penemuan mayat. Dari hasil olah TKP, pemeriksaan medis, serta keterangan saksi-saksi, korban dinyatakan meninggal dunia karena sakit. Tidak ditemukan adanya unsur pidana ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP I Made Pasek.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans desa dan dibawa ke RSUD Mandau pada sekitar pukul 18.10 WIB untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan dokter Wesly Pardomuan Rambe, kondisi tubuh korban telah mengalami proses pembusukan alami. Korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan.
Pemeriksaan medis juga menemukan sejumlah tanda post-mortem, di antaranya pembengkakan tubuh, perubahan warna kulit, serta adanya larva berukuran sekitar 4 milimeter pada beberapa bagian tubuh.
Meski demikian, dokter tidak menemukan tanda-tanda fisik yang mengarah pada penganiayaan. Tidak ditemukan pula indikasi kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam.
Keterangan keluarga turut memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
Alfared Sidabutar (66), yang merupakan ipar korban, mengatakan Almen selama ini tinggal seorang diri. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru menahun.
Pihak keluarga pun menyatakan telah menerima kepergian korban sebagai musibah. Keluarga juga secara resmi menolak dilakukan autopsi atau pemeriksaan dalam terhadap jenazah.
Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi dan ditandatangani pihak keluarga di hadapan petugas.
Setelah seluruh proses pemeriksaan dan administrasi selesai, jenazah Almen Gultom diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Polsek Mandau memastikan proses penanganan penemuan jenazah, mulai dari olah TKP, evakuasi, pemeriksaan medis hingga penyerahan kepada keluarga, berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Sumber: Indometro.id


