Hampir Rp1 Miliar Digelontorkan, PDAM di Gunung Lagan Tak Kunjung Mengalir


ACEH SINGKIL, LINTAS NUSANTARA -- Fasilitas PDAM Air Bersih di Desa Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil yang menjadi sorotan publik.


Ternyata Fasilitas yang pernah ada anggaran dengan nilai kontrak hampir Rp1 miliar itu disebut - sebut telah lebih dari empat tahun tidak beroperasi.


"Bangunan yang semestinya menjadi solusi kebutuhan air bersih masyarakat itu justru disebut warga sebagai “Sangkar Hantu”, 

lantaran terbengkalai dan tidak memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan.


Berdasarkan data kontrak pekerjaan tersebut tercantum di dalam Nomor Kontrak 6027I/SP2KP/DAK/Reguler/VI/2022, tertanggal 6 Juni pada tahun 2022 lalu, dengan nilai kontrak mencapai Rp998.035.000.


Nilai anggaran tersebut tentu bukan jumlah kecil. Masyarakat berharap fasilitas yang di bangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut dapat berfungsi dan memberikan manfaat nyata.


Namun, hingga kini, fasilitas tersebut disebut -sebut belum beroperasi. Kondisi ini semakin menjadi perhatian karena masyarakat kini sedang menghadapi musim kemarau dan membutuhkan kepastian pasokan air bersih.


Persoalan tersebut turut mendapat perhatian Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon. Saat dikonfirmasi usai mengikuti Paripurna LKPD APBK Tahun Anggaran 2025 di DPRK Aceh Singkil, Senin (10/8/2026), Bupati mengaku belum dapat memberikan penjelasan terkait kondisi aset PDAM tersebut.


“Saya tanya dulu kepada Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Singkil dan Direktur PDAM mengenai terlantarnya aset daerah PDAM tersebut,” ujar Safriadi.


Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Singkil, Ali Karya, saat ditemui di halaman samping DPRK Aceh Singkil, memilih tidak memberikan penjelasan panjang terkait penyebab fasilitas tersebut belum berfungsi.

“Sudah jangan diperpanjang lagi. 

Nanti kita usahakan akan diperbaiki PDAM di Perangusan/Desa Gunung Lagan tersebut,” kata Ali Karya.


Kini warga desa menunggu langkah konkret dari Pemkab Aceh Singkil untuk memastikan fasilitas publik tersebut kembali berfungsi. Karena hampir Rp1 miliar anggaran telah pernah digelontorkan.

"Pertanyaannya, kapan airnya benar-benar mengalir kepada masyarakat?

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


Iklan

نموذج الاتصال