Harmoni Keberagaman Menggema di Pesisir Namosain, Festival Budaya 2026 Jadi Simbol Persatuan dan Penggerak Ekonomi Warga

 


Kupang, LintasNusantara.net

Pesisir Pantai Namosain berubah menjadi lautan warna, seni, dan semangat kebersamaan ketika Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Namosain Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada Selasa (28/7/2026). Mengusung tema "Beragam Budaya, Satu Hati", festival ini tidak sekadar menjadi panggung hiburan, tetapi juga menegaskan bahwa keberagaman merupakan fondasi penting bagi persatuan dan pembangunan Kota Kupang.


Rangkaian pembukaan berlangsung meriah. Iringan tarian adat dari Kabupaten Rote Ndao menyambut kedatangan Wali Kota bersama para tamu undangan, disusul penampilan drumband siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kupang yang membangkitkan semangat masyarakat yang memadati kawasan pesisir.


Festival yang berlangsung hingga 30 Juli 2026 tersebut menghadirkan perpaduan budaya dari berbagai etnis yang hidup berdampingan di Kota Kupang. Melalui pertunjukan seni, pameran UMKM, hingga perlombaan rakyat, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan masyarakat sekaligus upaya nyata melestarikan warisan budaya Nusantara di tengah arus modernisasi.


Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Kelurahan Namosain yang dinilai berhasil menyelenggarakan festival dengan baik serta mampu menghadirkan semangat persatuan melalui kebudayaan.


"Sepanjang saya menghadiri berbagai festival budaya di tingkat kelurahan, Festival Budaya Kelurahan Namosain merupakan salah satu yang terbaik. Di tengah padatnya agenda, saya menyempatkan diri hadir sebagai bentuk cinta kepada warga Namosain," ujar dr. Christian Widodo.


Ia menegaskan bahwa Kota Kupang dibangun di atas keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Karena itu, setiap perbedaan harus dipandang sebagai kekayaan sosial yang memperkuat kehidupan bermasyarakat, bukan menjadi alasan munculnya sekat-sekat pemisah.


Menurutnya, keberagaman ibarat benang-benang berwarna dalam selembar kain tenun. Setiap warna memiliki identitasnya sendiri, namun ketika dirajut dalam harmoni akan menghasilkan karya yang indah dan bernilai tinggi.


"Keberagaman di Kota Kupang bukan penghalang, melainkan kekuatan. Layaknya warna-warna dalam sehelai kain tenun, saat disatukan dalam keseimbangan, semuanya menjadi harmoni yang indah," katanya.


Pesan tersebut menjadi ajakan kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, memperkuat solidaritas, dan membangun Kota Kupang melalui semangat gotong royong.


Festival ini juga menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Kolaborasi dengan dunia usaha menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.


Pada kesempatan tersebut, PT Pegadaian Cabang Kupang menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp25 juta kepada Pemerintah Kota Kupang. Bantuan yang diserahkan oleh Kepala PT Pegadaian Cabang Kupang, I Made Sanwira, akan digunakan untuk mendukung pembangunan paving block di Kantor Camat Alak sebagai bagian dari peningkatan fasilitas pelayanan publik.


Mengapresiasi dukungan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.


"Jika kita ingin berjalan cepat, kita bisa berjalan sendiri. Tetapi jika ingin berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama. Kolaborasi inilah kunci kemajuan Kota Kupang," tegasnya.


Ketua Panitia Festival, Bertha Hangge, menjelaskan bahwa Festival Budaya Multi Etnis Namosain merupakan agenda tahunan yang terus dikembangkan sebagai ruang mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.


Beragam kegiatan digelar selama festival berlangsung, antara lain Karnaval Budaya yang diikuti sekitar 500 peserta mengenakan busana adat dari berbagai daerah, Pentas Seni Multi Etnis yang menampilkan tarian dan pertunjukan budaya, Pameran UMKM yang mempromosikan produk kerajinan serta kuliner khas masyarakat lokal, hingga berbagai lomba rakyat yang melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia.


Keberadaan ratusan pelaku UMKM dalam festival ini diharapkan mampu memperluas pasar bagi produk lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Di sisi lain, penyelenggaraan festival budaya juga menjadi daya tarik wisata yang berpotensi meningkatkan kunjungan ke kawasan pesisir Namosain dan Kota Kupang secara umum.


Pembukaan festival turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang Yafet Horo dan Barche Bastian, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina M.D. Gheta, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ariantje Martje Baun, Camat Alak, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.


Festival Budaya Multi Etnis Namosain 2026 menjadi bukti bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan yang dijaga, melainkan kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat, menghidupkan sektor pariwisata, menggerakkan UMKM, dan memperkuat pembangunan yang inklusif. Dengan semangat "Beragam Budaya, Satu Hati", Pemerintah Kota Kupang berharap nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kolaborasi terus tumbuh sebagai fondasi menuju Kota Kupang yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing.Versi ini lebih bercorak feature jurnalistik, dengan alur yang mengalir, menonjolkan suasana, konteks, dan makna acara, namun tetap memisahkan fakta, kutipan, dan interpretasi secara proporsional sesuai kaidah pemberitaan.


Jurnalis Roy S

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


Iklan

نموذج الاتصال