Dok : Screen Shoot Vidio FB.
ACEH SINGKIL, LINTAS NUSANTARA -- Sejumlah warga yang didominasi kaum dari ibu-ibu masuk ke areal HGU PT Perkebunan Lembah Bakti (PLB) di Kabupaten Aceh Singkil.
Warga diduga mengambil brondolan sawit, bahkan terdapat dugaan Tandan Buah Segar (TBS) turut diambil dari dalam areal HGU Perusahaan.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (23/8/2026). Situasi kini sempat memanas setelah pihak perusahaan melalui petugas keamanan meminta warga meninggalkan lokasi.
Namun, warga disebut enggan keluar dari areal tersebut. Upaya mediasi pun dilakukan antara warga dan pihak perusahaan, tetapi prosesnya berlangsung alot hingga sore hari ini
Humas PT PLB Teguh juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak perusahaan telah meminta warga yang mengambil brondolan untuk meninggalkan lokasi.
“Orang ambil berondolan disuruh keluar tidak mau keluar,” kata Teguh.
Pantauan dari siaran langsung Facebook menunjukkan sejumlah warga masih terlihat berada dilokasi dan terlibat pembicaraan dengan pihak perusahaan.
"Petugas keamanan PT PLB I Aceh Singkil juga terlihat berjaga-jaga disekitar lokasi.
Perdebatan antara warga dan pihak dari perusahaan tampak berlangsung cukup alot. Masing-masing pihak terlihat menyampaikan argumen dalam proses mediasi.
Situasi tersebut juga mendapat perhatian aparat. Sejumlah anggota TNI dan Polres Aceh Singkil terlihat berada dilokasi untuk memantau proses mediasi serta menjaga situasi agar tetap kondusif.
"Belum diketahui secara pasti berapa jumlah warga yang berada di dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) atau maupun berapa banyak brondolan dan TBS yang diduga diambil.
Perselisihan antara warga dan perusahaan ini membuka perhatian terhadap persoalan penguasaan dan pemanfaatan lahan HGU di Aceh Singkil.
Sebelumnya, keberadaan dan penguasaan lahan HGU PT PLB I menjadi sorotan dalam pembahasan terkait aktivitas perusahaan dan status lahan di daerah tersebut.
Sementara, penyelesaian persoalan dilokasi dinilai membutuhkan kejelasan mengenai batas-batas HGU, status lahan serta hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Hingga berita ini ditulis, proses mediasi antara warga dan pihak perusahaan masih terus berlangsung.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil akhir mediasi tersebut.
"Kehadiran aparat TNI dan Polisi dilapangan diharapkan dapat menjaga situasi agar tetap aman sehingga persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik terbuka antara masyarakat sekitar dan perusahaan.



