Haidar Alwi: Kapolri Listyo Sigit Membuka Jalan Baru Bagi Mantan Anggota JI (Jamaah Islamiyah) Menuju Pengabdian NKRI



Jakarta, Lintasnusantara.net

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali menunjukkan bahwa kekuatan Polri tidak hanya terletak pada ketegasan menghadapi ancaman, tetapi juga pada keberanian membuka jalan baru menuju persatuan dan pengabdian. Pada 30 Agustus 2026 di Solo, sekitar 6.500 anggota Garda Satya NKRI hadir dalam silaturahmi bersama Kapolri, yang menegaskan bahwa NKRI adalah rumah bersama dan setiap anak bangsa memiliki ruang untuk berkarya serta memberikan kontribusi bagi negara.


Garda Satya NKRI merupakan wadah yang beranggotakan mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah atau JI yang telah menyatakan komitmen kembali kepada NKRI. Proses pembinaan dan reintegrasi yang dikawal Densus 88 AT Polri kemudian diarahkan menuju kontribusi yang lebih konstruktif, termasuk menjadi mitra Polri dalam menjaga kamtibmas dan keutuhan bangsa. Ir. R. Haidar Alwi, MT, Presiden Haidar Alwi Care - Haidar Alwi Institute dan Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, melihat momentum tersebut sebagai bukti bahwa pendekatan keamanan dapat berkembang menjadi kekuatan persatuan ketika komitmen kebangsaan diberi ruang untuk diwujudkan melalui pengabdian.


Bagi Haidar Alwi, kepemimpinan tidak berhenti pada kemampuan menyelesaikan persoalan, tetapi diuji oleh kemampuan mengubah persoalan menjadi kekuatan bagi bangsa. Karena itu, momentum Garda Satya NKRI menjadi bagian dari gambaran lebih luas tentang kepemimpinan Listyo Sigit yang memadukan ketegasan, profesionalisme, humanisme dan visi kebangsaan. Penilaian tersebut semakin memperkuat pandangan Haidar Alwi Institute yang menyebut Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa.


*“Pemimpin yang hebat bukan hanya mampu menghentikan ancaman, tetapi mampu mengubah jalan keluar menjadi jalan pengabdian. Ketika mereka yang kembali kepada NKRI diberi ruang untuk berkarya, keamanan berubah menjadi persatuan dan persatuan berubah menjadi kekuatan bangsa,” tegas Haidar Alwi.*


Momentum tersebut membawa kita pada satu makna penting tentang arah kepemimpinan Polri. Keamanan tidak seharusnya berhenti pada terciptanya ketertiban, tetapi harus menjadi fondasi bagi masyarakat untuk hidup berdampingan, bekerja, berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.


KAPOLRI MEMBUKA PARADIGMA BARU PENGABDIAN KEBANGSAAN


Pernyataan Listyo Sigit bahwa NKRI merupakan rumah bersama memiliki makna yang jauh melampaui sebuah ungkapan. Pesan tersebut menunjukkan bahwa warga yang telah menegaskan kembali komitmennya kepada NKRI memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam kehidupan kebangsaan. Dalam konteks Garda Satya NKRI, ruang tersebut diarahkan menjadi kontribusi yang konkret dan konstruktif.


Kapolri mendorong Garda Satya NKRI menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Disiplin, keberanian dan solidaritas diarahkan menjadi energi positif melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, ketahanan pangan, kewirausahaan dan berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, keamanan tidak diposisikan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai fondasi bagi masyarakat untuk tumbuh dan produktif.


Di sinilah konsep Presisi memperoleh makna yang lebih substantif. Polri tetap harus tegas terhadap ancaman dan pelanggaran hukum, tetapi pada saat yang sama mampu membangun kepercayaan serta membuka ruang bagi kontribusi warga yang telah memilih jalan kebangsaan. Ketegasan menjaga negara tidak harus berhadapan dengan humanisme, karena keduanya dapat menjadi kekuatan yang saling melengkapi.


*“Polri yang kuat adalah Polri yang mampu menjaga ketegasan tanpa kehilangan keberanian membangun persatuan. Jenderal Listyo Sigit memperlihatkan bahwa keamanan yang kokoh harus berujung pada masyarakat yang mampu hidup, berkarya dan mengabdi bagi negaranya,” jelas Haidar Alwi.*


Namun, perubahan semacam itu tidak lahir dalam satu pertemuan. Ada proses panjang yang harus dilalui sebelum komitmen kembali kepada NKRI dapat diterjemahkan menjadi partisipasi sosial. Di titik inilah peran Densus 88 menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.


DENSUS 88 MENGAWAL JALAN PANJANG REINTEGRASI MENUJU NKRI.


Jamaah Islamiyah menyatakan pembubaran diri pada 30 Juni 2024 dan menyampaikan komitmen untuk kembali kepada NKRI. Setelah keputusan tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan proses kembali itu tidak berhenti pada deklarasi, tetapi berkembang menjadi perubahan nyata dalam kehidupan sosial. Karena itu, diperlukan pembinaan, pemetaan, pendampingan dan tahapan reintegrasi yang terukur.


Densus 88 AT Polri menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Polri menyiapkan peta jalan reintegrasi yang mencakup sejumlah tahapan pembinaan hingga integrasi, sehingga mereka yang telah memilih kembali kepada NKRI memiliki kesempatan membangun kehidupan yang produktif dan konstruktif. Momentum Garda Satya NKRI memperlihatkan bagaimana proses tersebut kemudian dapat bergerak menuju bentuk kontribusi yang lebih luas.


Yang paling penting, proses tersebut menunjukkan bahwa masa lalu tidak harus menjadi penjara bagi masa depan. Ketika seseorang telah menyatakan komitmen kepada NKRI, ruang pengabdian dapat menjadi jalan untuk membuktikan pilihan tersebut melalui tindakan. Dari sinilah reintegrasi memperoleh makna yang lebih besar, karena tujuan akhirnya bukan sekadar kembali, melainkan menjadi bagian yang bermanfaat bagi bangsa.


*“Reintegrasi yang berhasil bukan sekadar membawa seseorang kembali ke tengah masyarakat. Ukurannya adalah ketika komitmen kepada NKRI berubah menjadi karya, tanggung jawab dan pengabdian. Di situlah proses pembinaan menemukan makna strategisnya,” jelas Haidar Alwi.*


Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepemimpinan Polri membutuhkan visi yang mampu membaca persoalan jauh ke depan. Ketika seluruh proses itu ditempatkan dalam konteks kinerja Listyo Sigit secara lebih luas, muncul alasan mengapa penilaian terhadap kepemimpinannya memperoleh perhatian yang kuat.


LISTYO SIGIT, KAPOLRI TERBAIK SEPANJANG MASA VERSI HAIDAR ALWI INSTITUTE.


Haidar Alwi Institute menilai Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa. Penilaian tersebut merupakan evaluasi Haidar Alwi Institute terhadap kinerja dan kepemimpinannya, bukan gelar resmi ataupun penghargaan negara, dengan melihat berbagai aspek yang menyangkut keamanan, penegakan hukum, pelayanan masyarakat, profesionalisme dan stabilitas nasional.


Penilaian itu dikaitkan dengan kemampuan Polri menjaga keamanan Pemilu 2024, peningkatan penyelesaian perkara, kualitas pelayanan publik, kepercayaan masyarakat serta berbagai inovasi kelembagaan. Kepemimpinan Listyo Sigit dipandang tidak berhenti pada rutinitas institusi, tetapi berusaha memperkuat fondasi Polri agar semakin adaptif terhadap tantangan keamanan dan kebutuhan masyarakat.


Dalam konteks Garda Satya NKRI, kualitas tersebut terlihat dari keberanian mengambil pendekatan jangka panjang. Persoalan yang sebelumnya memiliki dimensi keamanan dan ideologi tidak hanya diselesaikan melalui penanganan ancaman, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan, reintegrasi dan ruang pengabdian. Ini menunjukkan bahwa stabilitas nasional dapat dibangun melalui kombinasi ketegasan, strategi dan persatuan.


Pada akhirnya, keberhasilan seorang Kapolri tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak persoalan yang mampu diselesaikan, tetapi juga oleh seberapa kuat institusi yang dipimpinnya meninggalkan fondasi bagi masa depan. Ketika keamanan melahirkan kepercayaan, kepercayaan memperkuat persatuan dan persatuan melahirkan pengabdian, maka Polri tidak sekadar menjalankan tugas, tetapi ikut membangun kekuatan sosial bangsa.


*“Saya melihat Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukan hanya memimpin Polri untuk menghadapi ancaman, tetapi membangun institusi yang mampu melihat masa depan. Ketika ketegasan melahirkan keamanan, keamanan melahirkan persatuan, dan persatuan melahirkan pengabdian, di situlah kepemimpinan seorang Kapolri benar-benar meninggalkan warisan bagi bangsa. Karena itu, Haidar Alwi Institute menilai beliau sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa,” pungkas Haidar Alwi.*



Nanang jkt

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


Iklan

نموذج الاتصال