Pematangan dokumen tersebut dilakukan melalui Seminar Akhir RAD PUG yang digelar Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Bappelitbangda di Aula Bappelitbangda, Kompleks Perkantoran Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah, Kamis (3/9/2026).
Seminar tersebut dihadiri sejumlah pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemkab Morowali serta pihak terkait lainnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Iriane Iliyas meminta perangkat daerah tidak sekadar memahami RAD PUG sebagai dokumen administratif, tetapi menjadikannya sebagai pedoman dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan.
Seminar tersebut dihadiri sejumlah pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemkab Morowali serta pihak terkait lainnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Iriane Iliyas meminta perangkat daerah tidak sekadar memahami RAD PUG sebagai dokumen administratif, tetapi menjadikannya sebagai pedoman dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan.
Ia menyebut dokumen tersebut nantinya dapat menjadi kompas bagi perangkat daerah dalam memastikan aspek gender masuk dalam setiap tahapan pembangunan.
Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi program, seluruhnya diharapkan mempertimbangkan kebutuhan perempuan maupun laki-laki.
“Dokumen tersebut merupakan langkah strategis daerah dalam mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan potensi perempuan maupun laki-laki ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pembangunan,” ujar Iriane.



