Suluk Brebesan Bedah 10 Objek Pemajuan Kebudayaan Brebes, Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Lokal

 Suluk Brebesan Bedah 10 Objek Pemajuan Kebudayaan Brebes, Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Lokal




BUMIAYU, LINTAS NUSANTARA— Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan Suluk Brebesan: Membedah 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Brebes pada Selasa (20/10/2026) malam. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai tersebut bertempat di Pendopo Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah, khususnya dalam mengenali, mengkaji, serta memperkuat keberadaan berbagai objek pemajuan kebudayaan yang berkembang di Kabupaten Brebes.


Berdasarkan surat undangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes tertanggal 19 Oktober 2026, kegiatan tersebut ditujukan kepada sejumlah unsur pemerintah, komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, pegiat literasi, pemerhati sejarah, serta komunitas kebudayaan yang berada di wilayah Brebes, khususnya kawasan Bumiayu dan sekitarnya.


Sejumlah pihak yang tercantum dalam daftar undangan antara lain CAMAT Bumiayu, calon pengurus Dewan Kebudayaan, calon pengurus Dewan Kesenian, BCCF, berbagai sanggar seni, Bumiayu Bergerak, Rumah Seni Bumiayu, Bumiayu Explorer, , komunitas kreatif, Youtuber Brebes Selatan (Youbest), Paguyuban Seni Laras Paguyangan, serta unsur Museum Purbakala Bumiayu.


Menggali 10 Objek Pemajuan Kebudayaan


Pembahasan dalam Suluk Brebesan berfokus pada sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.



Kesepuluh objek tersebut meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.


Dalam konteks Kabupaten Brebes, pembahasan tersebut dapat dikaitkan dengan beragam kekayaan budaya lokal, mulai dari cerita rakyat dan tradisi tutur, naskah sejarah, upacara adat desa, kesenian tradisional, bahasa Jawa dialek Brebesan, hingga permainan rakyat yang diwariskan antargenerasi.


Kawasan Brebes Selatan, termasuk Bumiayu dan Paguyangan, memiliki potensi budaya yang dapat menjadi bagian penting dalam upaya pendataan, pengkajian, dan pelindungan warisan budaya daerah.


Berbagai komunitas seni, sanggar budaya, pegiat sejarah, serta pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat mengambil peran dalam memperkenalkan dan mendokumentasikan kekayaan budaya tersebut agar tetap dikenal oleh generasi muda.


Kebudayaan sebagai Identitas Daerah


Pemajuan kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pertunjukan seni atau pelaksanaan tradisi, tetapi juga mencakup upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan secara berkelanjutan.


Melalui kegiatan Suluk Brebesan, pengkajian terhadap sepuluh objek pemajuan kebudayaan diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai identitas budaya Brebes, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, seniman, budayawan, peneliti, dan masyarakat.


Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ialah bagaimana tradisi dan pengetahuan lokal dapat didokumentasikan secara baik, ditelusuri sumber sejarahnya, serta diwariskan tanpa menghilangkan nilai dan konteks aslinya.


Cerita rakyat, misalnya, perlu dikaji dengan memperhatikan sumber, variasi penuturan, dan konteks masyarakat yang mewarisinya. Begitu pula kesenian tradisional dan adat istiadat perlu memperoleh ruang pelestarian sekaligus kesempatan untuk berkembang sesuai kebutuhan zaman.


Menuju Perencanaan Kebudayaan Daerah


Pengkajian terhadap objek pemajuan kebudayaan juga memiliki keterkaitan dengan penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), yaitu dokumen strategis yang memuat kondisi, potensi, permasalahan, serta rekomendasi pemajuan kebudayaan di daerah.


Data dan kajian yang dihimpun melalui keterlibatan masyarakat serta komunitas kebudayaan dapat menjadi bahan penting dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan Kabupaten Brebes.


Dengan demikian, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi atau inventarisasi semata, tetapi dapat berlanjut pada pendokumentasian, penelitian, penguatan komunitas, regenerasi pelaku seni, serta program pelestarian yang terarah.


Keterlibatan berbagai unsur yang diundang juga menjadi peluang untuk membangun komunikasi dan kerja sama antarkomunitas dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal.


Kegiatan Suluk Brebesan: Membedah 10 Objek Pemajuan Kebudayaan Brebes dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam di Pendopo Bumiayu. Forum tersebut menjadi salah satu ruang penting untuk mempertemukan beragam pemangku kepentingan dalam upaya mengenali, mengkaji, dan memperkuat kebudayaan Kabupaten Brebes sebagai bagian dari identitas dan kekayaan masyarakat.


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


Iklan

نموذج الاتصال