Jakarta, Lintas Nusantara.net
Program Makan Bergizi Gratis yang jadi Program Unggulan Pemerintahan Prabowo_ Gibran ternyata menuai cerita pro-kontra dimasyarakat seperti ada benang merah dengan kondisi pasar.
Naik nya beberapa harga komoditas dipasar tradisional seperti minyak goreng, telur, terigu, cabe rawit bawang merah ,.bawang putih.sayurmayur sudah terasa bukan rahasia umum dibincangkan warga.
Ketika pedagang ditanya, mereka beralasan kondisi dibeberapa sentra produksi tentang musibah bencana alam, anomali cuaca ekstrem sehingga transportasi tersendat-sendat mengakibatkan biaya angkut yang berubah drastis.Yang paling sering disebut terjadinya keracunan makanan setelah disantap siswa-siswi sekolah .
Meskipun sudah tidak terdengar lagi.Dan korban berjatuhan tidak sedikit,umumnya anak anak usia sekolah,dasarsampai menengah, . Ini tentu fakta yang tidak kita dapat abaikan karena cepatnya informasi didapatkan dari mana saja apalagi era digital kini. Dalam hitungan detikberita ini tersaji digadget kita.
Adapun sbenarnya Makan Bergizi gratis ini baik tujuannya dengan sasaran persiapan generasi emas Indonesia. Namun dilapangan?
Prasarana untuk menjadi pengelola Dapur MBG pun tak sembarangan. Mulai tenaga ahli gizi sampai chef memang melalui proses yang ketat.Bahkan perekrutan melibatkan pemangku wilayah setempat dimana Dapur SPPG, sebut saja Dapur MBG didirikan.Sehingga quality control seharusnya terjaga sampai ke tangan yang berhak menerima.
Terjadi nya beragam kasus tetap akan dievaluasi agar tidak ditemukan lagi hal hal bermasalah. Sanksi tegas harus dijalankan dengan menelusuri proses yang terjadi Nampak nya masyarakat mulai ada reaksi,Dii Jakarta tepatnya Jakarta Timurterutama ditemukan spanduk penolakan pembangunan infrastruktur dan kegiatan Dapur MBG, seperti yang ditemukan di wilayah Perumahan Pulogebang Permai Jakarta timur.
Menurut warga yang tidak mau disebut namanya,, "kami sudah mengajukan keberatan, mengingat ini wilayah pemukiman dan hunian, namun tidak digubris, "keluhnya saat ditanyakan tentang spanduk penolakan. Bagaimana cara solusinya, semoga ada jalan tengah dalam hal ini.
Nanang jkt



