CIREBON, Lintas Nusantara.Net
CIREBON — Pasar Tani yang digelar Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, menjadi wadah bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memasarkan berbagai produk olahan pertanian dan peternakan kepada masyarakat.
Kepala Distan Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi KWT untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk yang mereka hasilkan.
“Pasar Tani ini dilaksanakan untuk memasarkan produk-produk dari KWT,” kata Deni saat membuka kegiatan Pasar Tani di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, produk yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut berasal dari hasil olahan pertanian dan peternakan yang dikembangkan oleh KWT di Kabupaten Cirebon.
Deni mengatakan, KWT memiliki peran dalam mengolah hasil pertanian menjadi berbagai produk bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Produk yang kita pasarkan di sini ada produk olahan pertanian dan juga peternakan,” ujarnya.
Ia berharap Pasar Tani dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas pengenalan produk KWT sekaligus membuka peluang pemasaran kepada konsumen.
Deni juga mendorong KWT agar tidak hanya mengandalkan kegiatan yang difasilitasi pemerintah, tetapi secara bertahap mampu membangun dan mengembangkan pemasaran produknya sendiri.
“Harapannya, KWT dapat mandiri dan bisa memasarkan produk-produknya sendiri,” katanya.
Menurut Deni, pemerintah daerah tetap memberikan pendampingan kepada KWT dalam proses pemasaran sebagai bagian dari upaya mendorong kelompok tersebut berkembang secara berkelanjutan.
“Kami tentu saja membantu untuk memasarkan, dan selanjutnya mereka bisa memasarkan sendiri,” tuturnya.
Pasar Tani tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Distan Kabupaten Cirebon dalam menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain Pasar Tani, Distan menggelar vaksinasi rabies yang menargetkan sekitar 300 hewan milik masyarakat.
Kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit rabies sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan.
Deni menambahkan, Distan juga terus merespons berbagai persoalan yang dihadapi petani, termasuk laporan kekeringan yang mulai muncul di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.
“Kita harus menangani kekeringan dengan tenang dan berkoordinasi dengan stakeholder untuk mencari pemecahan yang terbaik bagi para petani,” katanya.
(Caswila)



