CIREBON, Lintas Nusantara.Net
Cirebon -Pertumbuhan penduduk Kabupaten Cirebon yang terus bertambah mendorong pemerintah memperkuat pelayanan administrasi kependudukan sejak sebelum bayi lahir. Disdukcapil Kabupaten Cirebon bahkan menyiapkan dokumen kependudukan berdasarkan data ibu hamil.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap bayi yang lahir di Kabupaten Cirebon dapat langsung memiliki dokumen kependudukan tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, Iman Supriadi mengatakan pihaknya secara rutin berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperoleh data ibu hamil, khususnya yang telah memasuki usia kehamilan delapan bulan.
Data tersebut menjadi dasar bagi Disdukcapil dalam memperkirakan kebutuhan penerbitan dokumen kependudukan pada tahun berikutnya.
“Data kami minta pada akhir tahun, sehingga tahun berikutnya sudah bisa menyiapkan blanko akta kelahiran maupun Kartu Identitas Anak. Jadi begitu bayi lahir, dokumennya bisa segera diterbitkan,” ujar Iman, Senin (10/8/2026).
Strategi tersebut menjadi penting seiring dengan masih tingginya angka kelahiran di Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data Disdukcapil per 30 Juni 2026, jumlah penduduk Kabupaten Cirebon telah mencapai 2.537.531 jiwa.
Jumlah itu terdiri dari 1.287.647 penduduk laki-laki dan 1.249.884 perempuan.
Iman menyebut, laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Cirebon berada pada kisaran 1,35 hingga 1,42 persen. Dalam setahun, rata-rata terdapat sekitar 35 ribu bayi baru lahir yang tercatat dalam administrasi kependudukan.
“Rata-rata sekitar 35 ribu bayi baru lahir yang teregistrasi setiap tahun. Laju pertumbuhan penduduk berkisar 1,35 sampai 1,42 persen,” katanya.
Jika melihat perkembangan selama beberapa tahun terakhir, pertambahan jumlah penduduk Kabupaten Cirebon memang mengalami dinamika. Pada periode 2020–2021 tercatat penambahan 68.049 jiwa, kemudian 46.254 jiwa pada 2021–2022.
Selanjutnya, jumlah penduduk bertambah 26.597 jiwa pada 2022–2023, meningkat lagi sebanyak 51.147 jiwa pada 2023–2024, serta bertambah 34.651 jiwa pada 2024–2025.
(Caswila)



