Kami putra daerah siap mempertahankan hak kami, walaupun nyawa taruhannya, Ketua Masyarakat Pertambangan Indonesia (MPI) ketuk keras penyerobotan lahan oleh pihak PT Petrosea dan PT Vale.


Morowali, Lintasnusantara.net

Ketua Masyarakat Pertambangan Indonesia, Irman, mengutuk keras tindakan penyerobotan dan pengobrak-abrikan lahan yang diduga dilakukan oleh PT Petrosea, dan PT Vale 


Irman mengatakan, pihaknya telah memberikan waktu lebih dari sebulan dan meminta persoalan ini diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Namun hingga kini tidak ada itikad baik dari perusahaan.

"Sudah lebih dari sebulan kami beri waktu dan minta diselesaikan secara damai, tapi tidak ada itikad baik. Yang mewakili eksternal mereka Bapak Naufal Hadian," tegas Irman dalam keterangannya, Sabtu (5/9).

Menurutnya, saat turun bersama ke lokasi, pihaknya sudah menunjukkan titik batas lahan dan memasang papan pemberitahuan kepemilikan yang di dalamnya tertera jelas ancaman pidana bagi perusak dan penyerobot lahan.


Namun, bukan penyelesaian yang didapat, papan pemberitahuan tersebut justru dibuang.


"Papan pemberitahuan yang jelas ada ancaman pidananya itu dibuang. Bukannya menyelesaikan apa yang sudah mereka serobot. Ini tindakan gaya kapitalis," kecamnya.


Atas tindakan tersebut, Irman menyatakan dalam waktu dekat pihaknya bersama masyarakat lingkar tambang akan mendatangi langsung kantor perusahaan untuk meminta pertanggungjawaban.


"Saya tegaskan, dalam waktu dekat ini kami akan hadir di kantor mereka untuk menuntut pertanggungjawaban. Kami putra daerah, harga mati untuk hak kami," tutupnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak eksternal perusahaan yang disebutkan, Bpk. Naufal Hadian, serta manajemen PT Petrosea, PT Vale Indonesia  belum memberikan keterangan resmi.

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


Iklan

نموذج الاتصال