Mengenal Tradisi Pengangkatan Buyut Kayu Mati di Situs Balong Kramat Tuk Cirebon

CIREBON, Lintas Nusantara.Net


CIREBON -Tradisi adat Muludan Pengangkatan Buyut Kayu Mati atau Buyut Kayu Perbatang Pangeran Mancur Jaya kembali digelar di Situs Balong Kramat Tuk, Pangeran Mancur Jaya, Kabupaten Cirebon, Rabu (2/9/2026).

Tradisi yang bertepatan dengan 19 Maulud tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian seni dan tradisi budaya Cirebon yang hingga kini masih dijaga dan dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Juru Kunci Situs Balong Kramat Tuk, Pangeran Mancur Jaya sekaligus Juru Pelihara Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Mas Raden Suparja mengatakan tradisi Muludan tersebut telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1965.

"Di tradisi Muludan ini kita laksanakan setiap tahun sekali, ini dari tahun 1965 sampai sekarang. Jadi kita laksanakan setiap tanggal 19 Maulud kita adakan acara seperti ini," ujar Suparja.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebut tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Bukan hanya warga sekitar, masyarakat dari berbagai daerah juga turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan.

"Alhamdulillah dalam rangka Muludan ini sudah sekian lama semua masyarakat, baik masyarakat desa maupun dari luar, semuanya ikut berpartisipasi dalam rangka acara ini," katanya.

Pelaksanaan tradisi tahun ini juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Suparja menyebut para pejabat dari Kementerian Kebudayaan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon turut hadir menyaksikan prosesi yang dianggap sakral oleh masyarakat tersebut.

Ia berharap perhatian terhadap tradisi tersebut dapat semakin memperkuat upaya pelestarian budaya Cirebon.

"Mudah-mudahan untuk ke depannya acara ini lebih sakral, seni tradisi Cirebon yang kita angkat," ucapnya.

Rangkaian prosesi pengangkatan Buyut Kayu Mati diawali dengan azan dan iqamah. Setelah itu, tujuh orang yang merupakan keturunan Pangeran Mancur Jaya masuk ke dalam kolam untuk melakukan proses pengangkatan kayu.

Kayu tersebut kemudian diterima oleh lima orang yang telah ditunjuk sebelum selanjutnya dimandikan bersama-sama oleh masyarakat.


(Caswila)

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


Iklan

نموذج الاتصال